Benarkah Stonehenge Pernah Digunakan untuk Memprediksi Gerhana?

Senin 31-08-2026,19:29 WIB
Reporter : Makruf
Editor : Makruf

Hubungan Stonehenge dengan Matahari tetap menjadi bagian penting dalam penelitian modern mengenai monumen tersebut.

Orientasi terhadap solstice menunjukkan bahwa pembangunnya mempunyai perhatian terhadap siklus langit. Pergerakan Matahari kemungkinan memiliki makna yang berkaitan dengan musim, kehidupan masyarakat, ritual, atau kepercayaan mengenai dunia mereka.

Dengan kata lain, masyarakat Neolitikum tidak membutuhkan sebuah "komputer" untuk menunjukkan bahwa mereka merupakan pengamat langit yang cermat.

Pengetahuan dapat diwariskan melalui pengamatan antargenerasi selama ratusan tahun.

Penutup

Stonehenge pernah dianggap mampu memprediksi gerhana karena Gerald Hawkins menemukan sejumlah pola yang menurutnya menghubungkan struktur monumen dengan pergerakan Matahari dan Bulan. Keberadaan 56 Aubrey Holes kemudian menjadi dasar gagasan bahwa Stonehenge dapat digunakan sebagai perangkat penghitung astronomi sederhana.

Teori tersebut melahirkan istilah populer "komputer prasejarah".

Namun, penelitian modern menunjukkan Stonehenge dibangun melalui banyak tahap selama lebih dari 1.500 tahun. Beberapa orientasi Bulannya juga tidak cukup presisi untuk mendukung gagasan bahwa kompleks tersebut merupakan instrumen prediksi gerhana.

Meski teori komputer Stonehenge kini banyak ditinggalkan, bukti mengenai hubungan monumen tersebut dengan Matahari tetap kuat. Pengetahuan modern justru memberikan gambaran yang lebih menarik: Stonehenge kemungkinan bukan mesin penghitung raksasa, tetapi pembangunnya jelas hidup dalam masyarakat yang memperhatikan pola langit.

Kisah ini sekaligus menunjukkan bagaimana ilmu pengetahuan bekerja. Sebuah teori tidak harus bertahan selamanya untuk memberikan kontribusi. Hipotesis Hawkins mendorong pertanyaan baru mengenai hubungan Stonehenge dengan astronomi, sementara teknologi dan bukti arkeologi modern memungkinkan pertanyaan tersebut diuji dengan cara yang semakin akurat.

Referensi:

BBC Culture - The Startling 1960s Theory That Stonehenge Was a Prehistoric Computer

Gerald S. Hawkins - Stonehenge Decoded

English Heritage - Stonehenge and the Solstice

University College London - Institute of Archaeology

Current Archaeology - Message in the Stones

Tags :
Kategori :

Terkait