Iklan Muncul setelah Dibicarakan, Apakah Mikrofon HP Diam-diam Merekam Suara?
Ilustrasi HP Mendengarkan Percakapan, Ilustrasi: DALLĀ·E 3--
riau.disway.id - Anda sedang berbicara dengan teman mengenai rencana membeli sepatu baru. Tidak ada pencarian di Google, tidak membuka marketplace, dan rasanya tidak pernah mengetik nama merek yang sedang dibicarakan. Beberapa jam kemudian, ketika membuka media sosial, iklan sepatu justru muncul.
Situasi semacam ini sudah cukup lama memunculkan kecurigaan bahwa smartphone sebenarnya mendengarkan percakapan penggunanya. Mikrofon dianggap terus aktif di latar belakang, kemudian percakapan dianalisis untuk menentukan iklan yang akan ditampilkan.
Dugaan tersebut terdengar masuk akal karena smartphone memang mempunyai mikrofon, koneksi internet, dan berbagai aplikasi yang hidup hampir sepanjang hari. Namun, apakah industri periklanan benar-benar perlu melakukan penyadapan seperti itu?
Bukti teknis yang tersedia menunjukkan bahwa jawabannya tidak sesederhana itu. Belum ditemukan bukti kuat bahwa platform iklan besar secara sistematis merekam seluruh percakapan pengguna untuk menampilkan iklan. Justru ada penjelasan lain yang secara teknologi jauh lebih sederhana: perusahaan sudah mempunyai begitu banyak data perilaku sehingga tidak perlu mendengarkan percakapan untuk menebak apa yang mungkin kita inginkan.
Mikrofon Memang Bisa Diakses Aplikasi
Secara teknis, aplikasi smartphone dapat menggunakan mikrofon. Tanpa kemampuan tersebut, berbagai fitur seperti panggilan WhatsApp, perekaman video, voice note, pengenalan suara, konferensi video, dan asisten digital tidak akan bekerja.
Namun, sistem operasi modern menerapkan mekanisme perizinan.
Android dan iOS meminta pengguna memberikan izin sebelum aplikasi dapat menggunakan mikrofon. Versi modern kedua sistem operasi tersebut juga menyediakan indikator ketika mikrofon sedang digunakan.
Pada iPhone, misalnya, indikator berwarna oranye muncul ketika sebuah aplikasi menggunakan mikrofon. Android juga mempunyai indikator privasi serta Privacy Dashboard yang dapat menunjukkan aplikasi yang mengakses mikrofon, kamera, atau lokasi.
Artinya, kemampuan menggunakan mikrofon memang ada.
Namun, kemampuan teknis tersebut berbeda dengan klaim bahwa mikrofon terus-menerus digunakan untuk merekam percakapan demi kepentingan iklan.
Peneliti Pernah Mencari Bukti Aplikasi Diam-diam Mendengarkan
Kecurigaan mengenai penyadapan melalui smartphone sebenarnya pernah diuji secara ilmiah.
Peneliti dari Northeastern University dan sejumlah institusi lainnya melakukan analisis terhadap 17.260 aplikasi Android dalam penelitian "Panoptispy: Characterizing Audio and Video Exfiltration from Android Applications".
Salah satu hal yang dicari adalah kemungkinan aplikasi mengaktifkan mikrofon kemudian mengirimkan audio kepada pihak lain tanpa sepengetahuan pengguna.
Penelitian tersebut tidak menemukan bukti aplikasi yang diuji diam-diam mengirimkan rekaman percakapan melalui mikrofon.
Sumber: