Gerhana mempunyai pola yang dapat dikenali apabila pengamatan dilakukan dalam waktu sangat panjang.
Astronomi modern mengenal Siklus Saros, yaitu periode sekitar 18 tahun 11 hari yang berkaitan dengan pengulangan geometri relatif Matahari, Bumi, dan Bulan sehingga gerhana dengan karakteristik serupa dapat kembali terjadi.
Masyarakat kuno di berbagai peradaban diketahui mengembangkan metode pengamatan astronomi yang semakin maju.
Di Inggris sendiri, menurut Parker Pearson, terdapat bukti dari sekitar 1000 SM bahwa masyarakat telah mengikuti dan kemungkinan mampu memperkirakan gerhana Bulan.
Masalahnya adalah waktu.
Bukti tersebut berasal sekitar 1.500 hingga 2.000 tahun setelah periode kejayaan Stonehenge. Karena itu, kemampuan masyarakat Inggris pada 1000 SM tidak dapat langsung digunakan sebagai bukti bahwa pembangun Stonehenge memiliki kemampuan yang sama ribuan tahun sebelumnya.
Teori yang Salah Tetap Bisa Penting bagi Ilmu Pengetahuan
Perubahan pemahaman mengenai Stonehenge menunjukkan bagaimana ilmu pengetahuan berkembang.
Sebuah teori dapat terlihat meyakinkan berdasarkan data yang tersedia pada suatu periode, kemudian diperbaiki atau ditinggalkan ketika bukti baru ditemukan.
Teori Hawkins menjadi contoh menarik.
Ia menggunakan teknologi komputer untuk menguji kemungkinan adanya pola astronomi dalam struktur Stonehenge. Pada awal 1960-an, pendekatan tersebut merupakan sesuatu yang inovatif.
Kini arkeolog mempunyai perangkat penelitian yang jauh lebih canggih.
Penanggalan radiokarbon dapat membantu menentukan umur material organik. Analisis isotop dapat memberikan petunjuk mengenai asal manusia atau hewan. Survei geofisika memungkinkan peneliti mendeteksi struktur di bawah tanah tanpa menggali seluruh kawasan.
Pemindaian digital dan pemodelan tiga dimensi juga memungkinkan orientasi struktur dianalisis dengan tingkat ketelitian yang jauh lebih tinggi.
Bukti-bukti tersebut akhirnya menghasilkan gambaran Stonehenge yang lebih kompleks daripada yang tersedia ketika Hawkins melakukan penelitiannya.
Stonehenge Mungkin Bukan Mesin, tetapi Langit Tetap Penting
Salah satu pelajaran menarik dari perdebatan ini adalah teori Hawkins tidak sepenuhnya gagal dalam melihat pentingnya astronomi.
Yang banyak dipertanyakan adalah kesimpulannya mengenai Stonehenge sebagai perangkat penghitung gerhana.