Konsepnya sederhana. Posisi penanda akan berubah mengikuti aturan tertentu sehingga menghasilkan semacam sistem penghitung mekanis.
Jika siklus tersebut diikuti dengan benar, Hawkins memperkirakan masyarakat yang menggunakan Stonehenge mungkin dapat mengetahui periode ketika gerhana berpotensi terjadi.
Dari sinilah perbandingan dengan komputer muncul.
Stonehenge tentu tidak mempunyai prosesor, perangkat elektronik, atau mekanisme otomatis. Kata "komputer" digunakan dalam pengertian luas sebagai perangkat untuk membantu melakukan perhitungan.
Dalam sejarah, manusia memang telah menggunakan berbagai alat sederhana untuk menghitung jauh sebelum komputer elektronik ditemukan. Abakus merupakan salah satu contoh paling terkenal.
Hawkins menganggap Stonehenge mungkin menjalankan prinsip yang kurang lebih serupa, tetapi digunakan untuk perhitungan astronomi dalam skala monumental.
Mengapa Prediksi Gerhana Sangat Menarik?
Gerhana merupakan salah satu fenomena astronomi paling dramatis yang dapat disaksikan tanpa alat.
Ketika gerhana Matahari total terjadi, Bulan menutupi piringan Matahari sehingga langit dapat menjadi gelap pada siang hari. Sementara ketika terjadi gerhana Bulan total, Bulan dapat tampak berwarna kemerahan akibat cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi.
Ilmu astronomi modern dapat menghitung gerhana hingga jauh ke masa depan dengan tingkat akurasi sangat tinggi.
Namun, masyarakat prasejarah tidak mempunyai pemahaman mengenai mekanisme orbit seperti yang diketahui sekarang.
Hawkins menduga kemampuan memperkirakan fenomena langit seperti gerhana dapat memiliki nilai sosial maupun ritual yang sangat besar.
"Matahari dan Bulan adalah dewa pada masa itu," kata Hawkins.
Dari sudut pandangnya, tidak perlu ada pemisahan tegas antara observatorium dan tempat keagamaan. Stonehenge menurut Hawkins dapat berfungsi sebagai keduanya.
Orang yang memahami pola pergerakan Matahari dan Bulan kemungkinan juga mempunyai kemampuan menentukan waktu berlangsungnya kegiatan atau upacara tertentu.
Hubungan Stonehenge dengan Matahari Memang Nyata
Bagian teori Hawkins mengenai prediksi gerhana memang diperdebatkan, tetapi hubungan Stonehenge dengan astronomi tidak sepenuhnya hilang dari pemahaman ilmiah modern.
Stonehenge mempunyai orientasi yang jelas terhadap peristiwa solstice.