Robot Humanoid Jadi Rekan Kerja Baru di Pabrik, Pekerjaan Apa yang Paling Terancam?

Robot Humanoid Jadi Rekan Kerja Baru di Pabrik, Pekerjaan Apa yang Paling Terancam?

Robot Humanoid, Ilustrasi: DALLĀ·E 3--

riau.disway.id - Pemandangan pekerja manusia berdiri berdampingan dengan robot berbentuk manusia perlahan mulai berubah dari gambaran fiksi ilmiah menjadi kenyataan industri. Sejumlah produsen kendaraan dan perusahaan teknologi mulai membawa robot humanoid ke lingkungan pabrik untuk menguji kemampuan mereka dalam melakukan pekerjaan fisik.

Robot tersebut tidak hanya memiliki dua lengan. Beberapa model dapat berjalan, mengambil komponen, membawa kotak, menempatkan benda dengan presisi, hingga berpindah di lingkungan yang sejak awal dirancang untuk manusia.

Perkembangan ini menarik karena selama puluhan tahun otomatisasi pabrik lebih banyak mengandalkan mesin khusus. Robot pengelasan, misalnya, ditempatkan pada lokasi tertentu dan melakukan gerakan yang hampir sama secara berulang.

Robot humanoid menawarkan gagasan berbeda. Satu mesin diharapkan dapat mempelajari banyak pekerjaan dan berpindah dari satu tugas ke tugas lainnya.

Jika kemampuan tersebut berhasil diwujudkan dalam skala besar, perubahan yang terjadi di pabrik kemungkinan tidak hanya menyangkut teknologi produksi. Jenis pekerjaan yang dilakukan manusia juga dapat berubah.

Humanoid Menawarkan Fleksibilitas yang Tidak Dimiliki Robot Tradisional

Robot industri konvensional sebenarnya sudah sangat canggih.

Dalam industri otomotif, lengan robot mampu mengelas, mengecat, mengangkat panel kendaraan, dan memasang komponen dengan tingkat presisi tinggi. Namun, sebagian besar mesin tersebut dibuat untuk pekerjaan tertentu dan ditempatkan secara permanen.

Humanoid mencoba mengatasi keterbatasan tersebut.

Bentuk tubuh yang menyerupai manusia memungkinkan robot menggunakan lingkungan yang sebenarnya dibuat untuk pekerja manusia.

Robot dapat mendekati rak, mengambil barang menggunakan tangan, berjalan menuju stasiun kerja lain, kemudian menempatkan barang tersebut pada mesin.

International Federation of Robotics atau IFR menjelaskan bahwa salah satu daya tarik konsep humanoid adalah kemampuannya menggunakan lingkungan yang telah dirancang untuk tubuh manusia.

Secara teoritis, perusahaan tidak harus membangun ulang seluruh pabrik hanya untuk mengakomodasi robot.

Tangga, lorong, meja kerja, rak penyimpanan, dan berbagai alat yang digunakan pekerja manusia berpotensi tetap digunakan.

Konsep inilah yang membuat robot humanoid menarik bagi perusahaan manufaktur.

BMW Sudah Menguji Humanoid dalam Produksi Mobil

Sumber: