Inilah salah satu kekuatan utama teknologi periklanan modern.
Otak Manusia Ikut Membuat Iklan Terlihat Lebih Mencurigakan
Ada pula penjelasan dari sisi psikologi.
Manusia tidak memberikan perhatian yang sama terhadap seluruh informasi yang diterimanya setiap hari.
Kita dapat melihat puluhan bahkan ratusan iklan ketika menggunakan internet, tetapi sebagian besar segera dilupakan.
Ketika sebuah topik baru saja dibicarakan, perhatian terhadap topik tersebut meningkat.
Fenomena ini berkaitan dengan selective attention dan frequency illusion, yaitu kecenderungan merasa sesuatu menjadi lebih sering muncul setelah kita mulai memperhatikannya.
Misalnya, seseorang baru saja membicarakan sebuah merek sepatu.
Ketika iklan merek tersebut muncul beberapa jam kemudian, ia langsung menyadarinya.
Sebaliknya, puluhan iklan lain yang tidak relevan dengan percakapannya hampir tidak diperhatikan.
Otak kemudian menghubungkan dua kejadian yang paling menonjol: percakapan mengenai sepatu dan iklan sepatu.
Hubungan tersebut terasa sangat meyakinkan meskipun belum tentu mempunyai hubungan sebab-akibat.
Apakah Pengguna Tetap Perlu Khawatir?
Kekhawatiran mengenai privasi tetap relevan.
Namun, perhatian sebaiknya tidak hanya diarahkan kepada mikrofon.
Data lokasi, riwayat pencarian, aktivitas aplikasi, cookie, identifier perangkat, pembelian, interaksi media sosial, dan kebiasaan browsing dapat menghasilkan gambaran yang sangat detail mengenai kehidupan digital seseorang.
Bahkan tanpa mengetahui isi percakapan, sistem dapat memperkirakan hobi, produk yang diminati, tempat yang sering dikunjungi, jenis perangkat yang digunakan, dan kemungkinan keputusan pembelian berikutnya.
Karena itu, pengguna sebaiknya memeriksa izin aplikasi secara berkala.