Dari Dasar Selat Sunda, Begini Anak Krakatau Lahir dan Terus Bertumbuh

Senin 07-09-2026,11:33 WIB
Reporter : Makruf
Editor : Makruf

Tubuh gunung kemudian terus berkembang melalui penumpukan lava, abu, pasir, dan pecahan batuan. Namun, proses pertumbuhannya disertai erosi dan keruntuhan, seperti yang terjadi pada 2018.

Erupsi September 2026 menjadi bukti terbaru bahwa Anak Krakatau masih terus dibangun oleh aktivitas magma. Abu yang menyebar hingga sejumlah provinsi dan mengganggu penerbangan di beberapa kota juga memperlihatkan luasnya dampak sebuah erupsi.

Pengetahuan ilmiah modern membuktikan bahwa kelahiran gunung api bukan peristiwa yang selesai dalam satu waktu. Anak Krakatau masih mengalami siklus pertumbuhan, erupsi, erosi, dan perubahan bentuk yang dapat terus berlangsung pada masa mendatang.

Referensi

Smithsonian Institution Global Volcanism Program: Krakatau

USGS Volcano Watch: Mixing Magmas at Krakatau

International Tsunami Information Center: History of the Krakatau Tsunami

Nature Communications: Submarine Landslide Megablocks Show Half of Anak Krakatau Island Failed on December 22, 2018

BMKG: BMKG Terus Pantau Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

BNPB: Aktivitas Gunung Anak Krakatau Berlanjut, Empat Bandara Ditutup Sementara akibat Sebaran Abu Vulkanik

Kementerian Perhubungan: Hasil Monitoring, Penutupan Sementara Delapan Bandara Diperpanjang hingga Pukul 24.00 WIB

 

Tags :
Kategori :

Terkait