Laptop Makin Lambat? Coba 9 Cara Ini tanpa Reset atau Hapus Data

Laptop Makin Lambat? Coba 9 Cara Ini tanpa Reset atau Hapus Data

Laptop Lemot, Image: DALLĀ·E 3--

riau.disway.id - Laptop yang terasa makin lambat sering membuat pengguna langsung berpikir untuk instal ulang Windows. Padahal, langkah tersebut belum tentu diperlukan, apalagi bila di dalam perangkat masih tersimpan dokumen kerja, foto, video, atau file penting lain yang belum dicadangkan.

Performa laptop dapat menurun karena banyak faktor, mulai dari aplikasi yang aktif di belakang layar, kapasitas penyimpanan yang terlalu penuh, hingga sistem yang sudah lama tidak diperbarui. Microsoft menjelaskan bahwa laptop Windows dapat melambat akibat ruang penyimpanan terbatas, terlalu banyak aplikasi startup, perangkat lunak yang kedaluwarsa, atau hardware yang tidak lagi memadai untuk kebutuhan modern.

Sebelum memilih reset, coba lakukan beberapa cara berikut. Langkah-langkkah ini tidak bertujuan menghapus seluruh data, melainkan mengurangi beban kerja sistem agar laptop kembali lebih responsif.

Tutup Aplikasi yang Tidak Sedang Dipakai

Laptop bisa terasa lambat bukan karena rusak, melainkan karena terlalu banyak aplikasi dibuka dalam waktu bersamaan. Browser dengan belasan tab, aplikasi edit foto, pemutar musik, game launcher, aplikasi chat, dan layanan penyimpanan cloud dapat memakai RAM serta prosesor secara bersamaan.

Pada Windows, tekan Ctrl + Shift + Esc untuk membuka Task Manager. Di bagian Processes, lihat aplikasi yang memakai CPU, Memory, atau Disk dalam jumlah tinggi. Tutup aplikasi yang memang tidak sedang dibutuhkan.

Langkah ini aman dilakukan selama pengguna tidak menutup proses sistem yang tidak dikenal. Fokuslah pada aplikasi biasa yang namanya mudah dikenali, misalnya browser, aplikasi meeting, game, atau software pengeditan.

Periksa Aplikasi yang Aktif Saat Laptop Dinyalakan

Waktu booting yang lama sering dipengaruhi oleh aplikasi startup. Aplikasi tersebut akan berjalan otomatis begitu laptop menyala, meskipun belum tentu langsung digunakan.

Buka Task Manager, kemudian pilih Startup Apps. Dari sana, pengguna dapat melihat aplikasi yang diizinkan aktif sejak awal. Nonaktifkan aplikasi yang tidak perlu, seperti peluncur game, aplikasi musik, aplikasi pesan tertentu, atau program pembaruan dari pihak ketiga.

Menonaktifkan startup tidak sama dengan menghapus aplikasi. Aplikasi tetap tersedia dan bisa dibuka kapan saja secara manual. Perbedaannya, laptop tidak perlu membuang sumber daya untuk menjalankan semuanya sejak awal.

Bersihkan File Sementara dengan Aman

Sistem Windows dan berbagai aplikasi menghasilkan file sementara saat digunakan. File tersebut dapat berupa cache, sisa pembaruan, laporan kesalahan, serta data sementara dari aplikasi yang sudah ditutup.

Untuk membersihkannya, buka Settings, pilih System, lalu Storage. Setelah itu, masuk ke Temporary Files. Windows akan menampilkan kategori file yang dapat dihapus.

Periksa pilihan yang tersedia sebelum menekan tombol penghapusan. Folder Downloads sebaiknya tidak dipilih secara sembarangan karena bisa berisi dokumen, installer, atau file lain yang masih dibutuhkan.

Fitur Storage Sense juga dapat digunakan untuk membantu membersihkan file sementara secara otomatis. Microsoft menyebut fitur ini dirancang untuk mengosongkan ruang dengan menghapus item yang tidak diperlukan, termasuk file sementara dan isi Recycle Bin sesuai pengaturan pengguna.

Sisakan Ruang Kosong pada Drive Utama

Drive C yang hampir penuh dapat membuat laptop melambat. Sistem operasi membutuhkan ruang kosong untuk pembaruan, cache, file sementara, dan proses memori virtual.

Sumber: