Zinc pyrithione memiliki kemampuan antimikroba dan dapat membantu mengurangi serpihan serta rasa gatal. Sementara itu, salicylic acid bekerja dengan melonggarkan tumpukan sel kulit mati sehingga sisik lebih mudah dibersihkan.
Coal tar dapat memperlambat pergantian sel kulit. Namun, bahan tersebut dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap cahaya matahari dan berpotensi memengaruhi warna rambut yang terang atau telah diwarnai.
American Academy of Dermatology menyatakan, “Jika satu sampo tidak berhasil, cobalah menggunakan sampo antiketombe dengan bahan aktif berbeda secara bergantian.”
Pergantian produk bukan berarti sampo pertama pasti tidak berkualitas. Ketombe dapat melibatkan lebih dari satu mekanisme sehingga bahan aktif yang efektif pada seseorang belum tentu memberikan hasil serupa kepada orang lain.
Terapkan Cara Keramas yang Tepat
Kesalahan penggunaan dapat membuat sampo antiketombe tidak memberikan hasil maksimal. Sampo harus diaplikasikan langsung pada kulit kepala, bukan hanya pada permukaan rambut.
Pijat kulit kepala secara perlahan menggunakan ujung jari. Jangan menggunakan kuku atau menggosok terlalu keras. Setelah itu, diamkan busa selama waktu yang dicantumkan pada kemasan agar bahan aktif memiliki kesempatan untuk bekerja.
Beberapa sampo perlu didiamkan selama beberapa menit sebelum dibilas. Namun, durasi dan frekuensi pemakaian dapat berbeda pada setiap produk. Karena itu, petunjuk pada kemasan harus diikuti.
Frekuensi keramas juga perlu disesuaikan. Orang dengan kulit kepala berminyak dan rambut lurus mungkin memerlukan keramas lebih sering. Sebaliknya, rambut kering, keriting, atau telah menjalani perawatan kimia dapat menjadi semakin rapuh apabila terlalu sering terkena sampo yang kuat.
Setelah ketombe membaik, sampo antiketombe dapat tetap digunakan secara berkala untuk mencegah kekambuhan. British Association of Dermatologists menyebutkan bahwa penggunaan sampo antijamur sekali atau dua kali seminggu dapat dilanjutkan setelah kulit kepala kembali bersih.
Jangan Mengelupas Ketombe dengan Paksa
Menggaruk atau mengelupas sisik menggunakan kuku hanya memberikan rasa lega sementara. Tindakan tersebut justru meningkatkan risiko iritasi, luka, dan infeksi.
Jika sisik terasa tebal, gunakan sampo yang memang diformulasikan untuk membantu mengangkat sel kulit mati. Sisik perlu dilunakkan dan dilepaskan secara bertahap, bukan dikerok secara paksa.
Perhatikan pula suhu air ketika keramas. Air yang terlalu panas dapat menghilangkan minyak pelindung kulit dan meningkatkan kekeringan. Air hangat atau bersuhu nyaman lebih aman bagi kulit kepala yang sedang mengalami iritasi.
Hindari Penggunaan Minyak Secara Berlebihan
Pengolesan minyak sering dianggap sebagai cara alami untuk melembapkan kulit kepala. Meskipun dapat melunakkan sisik kering, minyak belum tentu menyelesaikan penyebab ketombe.
Pada kulit kepala berminyak, penggunaan minyak secara berlebihan dapat meningkatkan penumpukan residu. Lingkungan yang kaya minyak juga dapat mendukung aktivitas Malassezia pada orang yang rentan.
Produk penataan rambut seperti pomade, gel, dan hair spray juga dapat menumpuk pada kulit kepala. Kurangi pemakaiannya ketika ketombe sedang kambuh dan bersihkan rambut secara menyeluruh setelah menggunakannya.
Bahan rumahan yang bersifat asam atau basa kuat, seperti cuka pekat, air jeruk, dan soda kue, sebaiknya tidak digunakan sembarangan. Bahan tersebut berpotensi merusak lapisan pelindung kulit dan membuat iritasi semakin berat.