Ketombe Membandel Bisa Memicu Iritasi dan Rambut Rontok, Begini Cara Mengatasinya

Ketombe Membandel Bisa Memicu Iritasi dan Rambut Rontok, Begini Cara Mengatasinya

Ketombe, Ilustrasi: DALLĀ·E 3--

riau.disway.id - Ketombe sering dianggap sebagai persoalan ringan yang hanya mengganggu penampilan. Serpihan putih yang menempel pada rambut atau jatuh ke bahu memang menjadi tanda yang paling mudah dikenali. Namun, masalah ini juga dapat disertai rasa gatal, kemerahan, kulit kepala berminyak, dan peradangan.

Rasa gatal akibat ketombe kerap membuat seseorang menggaruk kulit kepala tanpa disadari. Apabila dilakukan terlalu keras dan berulang kali, garukan dapat melukai permukaan kulit, melemahkan batang rambut, serta memperburuk peradangan di sekitar folikel.

Ketombe tidak secara langsung menyebabkan kebotakan permanen. Meski demikian, iritasi kulit kepala dan kebiasaan menggaruk dapat meningkatkan risiko rambut patah atau mengalami kerontokan sementara. Penanganan yang tepat diperlukan agar kondisi tersebut tidak terus berulang.

Ketombe Berkaitan dengan Kondisi Kulit Kepala

Kulit manusia terus mengalami pergantian sel. Sel-sel kulit lama akan dilepaskan dan digantikan oleh sel baru. Pada kulit kepala yang sehat, sel tersebut berukuran sangat kecil sehingga proses pelepasannya hampir tidak terlihat.

Pada orang yang mengalami ketombe, proses pergantian sel kulit dapat berlangsung lebih cepat. Sel-sel yang terlepas kemudian bercampur dengan minyak kulit dan membentuk serpihan berwarna putih atau kekuningan.

Salah satu faktor yang berperan dalam munculnya ketombe adalah Malassezia. Jamur ini sebenarnya hidup secara alami pada kulit manusia dan biasanya tidak menimbulkan masalah. Akan tetapi, aktivitasnya dapat memicu reaksi peradangan pada orang yang memiliki kulit sensitif.

Jamur tersebut memanfaatkan minyak atau sebum yang diproduksi kulit kepala. Karena itu, ketombe tidak selalu terjadi akibat kulit yang terlalu kering. Orang dengan kulit kepala berminyak pun dapat mengalami ketombe, bahkan dengan sisik yang terlihat lebih tebal dan lengket.

Ketombe juga dapat menjadi bagian dari dermatitis seboroik. Kondisi ini dapat memengaruhi kulit kepala dan bagian tubuh lain yang kaya akan kelenjar minyak, seperti alis, sisi hidung, belakang telinga, dada, serta area janggut.

Apakah Ketombe Menyebabkan Rambut Rontok?

Ketombe bukan penyebab langsung kerontokan rambut permanen. Folikel rambut umumnya tetap dapat menghasilkan rambut selama tidak mengalami kerusakan berat.

Masalah biasanya berawal dari rasa gatal yang memicu garukan. Gesekan kuku dapat menggores kulit, menimbulkan luka kecil, dan merusak batang rambut. Rambut yang terkena tekanan mekanis secara berulang kemudian menjadi lebih mudah patah atau terlepas.

Peradangan berkepanjangan juga dapat mengganggu kondisi lingkungan tempat rambut tumbuh. Pada seseorang yang sudah memiliki masalah kerontokan, seperti kebotakan berpola, peradangan kulit kepala dapat membuat rambut yang menipis semakin terlihat.

Kerontokan akibat garukan dan peradangan biasanya dapat berkurang setelah ketombe dikendalikan. Namun, pemeriksaan dokter tetap dibutuhkan apabila rambut rontok dalam jumlah banyak, muncul bagian kepala yang botak secara tiba-tiba, atau kerontokan berlangsung meskipun ketombe sudah membaik.

Gunakan Sampo Sesuai Bahan Aktifnya

Sampo antiketombe mengandung bahan aktif dengan fungsi yang berbeda. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit kepala dan tingkat keparahan keluhan.

Ketoconazole bekerja dengan menekan pertumbuhan jamur. Bahan ini dapat digunakan untuk ketombe yang berkaitan dengan aktivitas Malassezia atau dermatitis seboroik.

Sumber: