Ketombe dapat memburuk ketika seseorang mengalami stres, kurang tidur, kelelahan, atau perubahan cuaca. Faktor tersebut tidak selalu menjadi penyebab utama, tetapi dapat memengaruhi respons peradangan tubuh.
Mengenali pola kekambuhan dapat membantu menentukan langkah pencegahan. Catat apakah ketombe muncul setelah menggunakan produk tertentu, terlambat keramas, sering mengenakan helm, atau mengalami stres berkepanjangan.
Helm, sisir, topi, sarung bantal, dan handuk perlu dibersihkan secara berkala agar minyak serta residu produk tidak terus menempel pada kulit kepala. Meski begitu, ketombe bukan penyakit menular dan tidak berpindah melalui kontak biasa.
Waspadai Kondisi yang Menyerupai Ketombe
Tidak semua sisik pada kulit kepala merupakan ketombe. Psoriasis dapat menghasilkan sisik tebal dan keperakan. Dermatitis kontak dapat muncul setelah penggunaan pewarna atau produk rambut tertentu. Infeksi jamur kulit kepala juga dapat menyebabkan sisik disertai kerontokan berbentuk bercak.
Pemeriksaan dokter diperlukan apabila ketombe tidak membaik setelah menggunakan sampo antiketombe secara benar selama sekitar empat minggu. Segera periksakan diri jika kulit kepala menjadi bengkak, terasa sangat nyeri, mengeluarkan cairan, berkerak, atau mengalami kerontokan tidak merata.
Dokter dapat menentukan apakah keluhan berasal dari dermatitis seboroik, psoriasis, eksim, alergi, atau infeksi. Pengobatannya mungkin melibatkan sampo resep, obat antijamur, atau obat untuk mengendalikan peradangan.
Penutup
Ketombe dapat dikendalikan dengan memilih sampo berdasarkan bahan aktif, menggunakannya secara benar, serta menghindari garukan dan produk yang memicu iritasi. Ketoconazole, selenium sulfide, zinc pyrithione, salicylic acid, dan coal tar memiliki mekanisme berbeda dalam mengurangi jamur, sisik, atau percepatan pergantian sel kulit.
Pengetahuan medis modern menunjukkan bahwa ketombe bukan penyebab langsung kebotakan. Namun, peradangan dan garukan berulang dapat merusak kulit kepala, mematahkan rambut, dan memperburuk kerontokan sementara. Menjaga kesehatan kulit kepala sejak dini menjadi langkah penting agar ketombe tidak berkembang menjadi keluhan yang lebih mengganggu.
Referensi:
American Academy of Dermatology Association, How to Treat Dandruff
Mayo Clinic, Dandruff: Symptoms and Causes
Mayo Clinic, Dandruff: Diagnosis and Treatment
National Health Service, Dandruff
MedlinePlus, Dandruff, Cradle Cap, and Other Scalp Conditions
British Association of Dermatologists, Seborrhoeic Dermatitis
Journal of the American Academy of Dermatology, A Randomized, Double-Blind, Placebo-Controlled Trial of Ketoconazole 2% Shampoo Versus Selenium Sulfide 2.5% Shampoo in the Treatment of Moderate to Severe Dandruff