Xbox Terapkan Kuota Cloud Gaming, Pelanggan Game Pass Ultimate Hanya Dapat 15 Jam
Xbox Cloud Gaming, Ilustrasi: DALLĀ·E 3--
riau.disway.id - Xbox akan mengubah sistem penggunaan layanan cloud gaming bagi pelanggan Game Pass mulai November 2026. Melalui kebijakan baru tersebut, pemain tidak lagi bisa melakukan streaming game tanpa batas waktu bulanan karena setiap paket langganan akan memperoleh kuota yang berbeda.
Pelanggan Game Pass Ultimate akan mendapatkan jatah cloud gaming paling besar, yakni 15 jam setiap bulan. Pengguna paket Premium memperoleh 10 jam, sedangkan pelanggan Essential hanya mendapatkan lima jam.
Setelah seluruh kuota digunakan, pelanggan harus membeli tambahan waktu bermain melalui Xbox Store. Microsoft belum mengumumkan harga yang harus dibayar untuk mendapatkan jam tambahan tersebut.
Xbox juga akan membuka akses cloud gaming kepada pengguna yang tidak berlangganan Game Pass. Mereka dapat memainkan game melalui server Xbox dengan membeli paket waktu bermain secara terpisah. Dengan demikian, akses cloud gaming secara bertahap akan diperlakukan sebagai produk berdasarkan durasi penggunaan.
Perubahan ini menandai pergeseran penting dalam strategi layanan berlangganan Xbox. Cloud gaming yang sebelumnya ditawarkan sebagai salah satu fasilitas Game Pass kini akan memiliki batas pemakaian yang lebih ketat.
Biaya Pengoperasian Server Menjadi Alasan Utama
Xbox menjelaskan bahwa pembatasan waktu diperlukan karena biaya pengoperasian cloud gaming terus meningkat. Perusahaan menilai sistem kuota dapat membantu mempertahankan keandalan dan performa layanan dalam jangka panjang.
Xbox mengatakan kebijakan tersebut diperlukan agar perusahaan dapat “terus berinvestasi dalam keandalan dan performa” layanan cloud gaming.
Permainan berbasis cloud membutuhkan infrastruktur yang berbeda dari game yang dijalankan langsung di konsol. Ketika menggunakan Xbox Cloud Gaming, game tidak diproses oleh perangkat milik pemain. Seluruh komputasi dilakukan di pusat data Microsoft.
Server menjalankan game, memproses grafis, dan mengirimkan hasilnya dalam bentuk video melalui internet. Pada saat bersamaan, perintah dari pengontrol pengguna harus dikirim kembali ke server dalam waktu sangat singkat.
Setiap sesi bermain membutuhkan perangkat keras khusus, kapasitas jaringan, ruang penyimpanan, energi listrik, dan sistem pendingin. Server juga harus tersedia selama pengguna masih memainkan game, sehingga semakin panjang durasi bermain, semakin tinggi sumber daya yang digunakan.
Berbeda dengan video streaming biasa, cloud gaming harus merespons tindakan pemain secara langsung. Keterlambatan sekecil apa pun dapat menyebabkan input lag, yakni kondisi ketika gerakan di layar terlambat merespons perintah pengguna.
Kuota 15 Jam Dinilai Terlalu Sedikit
Kebijakan baru tersebut memicu kritik dari sebagian pelanggan Game Pass. Kuota 15 jam dinilai terlalu kecil, terutama bagi pemain yang menggunakan cloud gaming sebagai cara utama untuk mengakses koleksi Xbox.
Jika dibagi rata selama 30 hari, kuota 15 jam hanya setara dengan sekitar 30 menit bermain setiap hari. Durasi itu dapat terasa sangat terbatas untuk game dengan cerita panjang, dunia terbuka, atau sistem kompetitif.
Seorang pengguna media sosial menyebut perubahan tersebut sebagai kebijakan yang sangat buruk. Ia berharap Xbox menambahkan satu angka nol sehingga kuota meningkat menjadi 150 jam, bukan hanya 15 jam.
Sumber: