Gede memberikan apresiasi atas keterlibatan berbagai pihak dalam aksi penghijauan di Desa Lukit. Ia menilai kerja sama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dunia usaha, kelompok pemerhati lingkungan, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kawasan pesisir.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor dapat memperkuat upaya perawatan kawasan pesisir agar tetap lestari. Kerja bersama juga membuka peluang agar lingkungan pesisir terus memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Gede menilai kegiatan tersebut memiliki relevansi penting bagi Kecamatan Merbau. Sebab, kawasan itu cukup rawan terdampak gelombang laut sehingga membutuhkan langkah mitigasi yang konsisten.
“Aksi penghijauan di Desa Lukit ini diproyeksikan sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana pesisir di Kecamatan Merbau yang cukup rawan terdampak gelombang laut,” pungkas Gede.
Menjaga Pesisir untuk Generasi Berikutnya
Penanaman mangrove di Desa Lukit memperlihatkan bahwa peringatan Hari Mangrove Sedunia dapat menjadi momentum untuk mendorong aksi konkret. Polres Kepulauan Meranti dan para pemangku kepentingan memilih mengisi peringatan tersebut dengan penghijauan kawasan pesisir.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa kelestarian mangrove membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, aparat, dunia usaha, kelompok lingkungan, dan masyarakat memiliki ruang yang sama untuk menjaga kawasan pesisir.
Dengan semangat kolaborasi tersebut, kawasan mangrove di Desa Lukit diharapkan terus terjaga dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Upaya penghijauan juga menjadi bagian dari strategi menghadapi ancaman gelombang laut dan menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir Kecamatan Merbau.