Waspada! Karhutla Riau Mengganas Tembus 5.000 Hektare, Dumai dan Pelalawan Terkepung Asap
Petugas berjibaku memadamkan Karhutla - ANTARA - --
RIAU, DISWAY.ID - Kondisi darurat kabut asap kembali mengancam! Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau merembet dengan sangat cepat hingga akhir Maret 2026. Data terbaru menunjukkan ribuan hektare lahan gambut dan hutan hangus terbakar, memicu kekhawatiran akan terulangnya krisis udara bersih di wilayah Bumi Lancang Kuning.
Hingga saat ini, tim gabungan masih berjibaku melawan api yang terus meluas. Berdasarkan analisis satelit dan laporan lapangan, angka kebakaran tahun ini melonjak signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Masyarakat di titik-titik rawan kini bersiaga penuh karena si jago merah mulai mendekati area pemukiman.
Data Ngeri: Ribuan Hektare Lahan Riau Hangus dalam 3 Bulan
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, membeberkan fakta mengejutkan terkait luas area yang terdampak. Kolaborasi antara Kemenhut, BRIN, dan KemenLH mencatat angka yang fantastis hanya dalam dua bulan pertama tahun ini.
“Untuk luasan kebakaran berdasarkan analisa citra satelit yang dilakukan Kemenhut, BRIN dan KemenLh periode Januari hingga Febuari untuk Riau seluas 4.440,2 hektare. Untuk periode Maret tentunya bertambah juga,” ujar Ferdian pada Jumat (27/3/2026).
Memasuki bulan Maret, situasi tidak kunjung membaik. Estimasi sementara menunjukkan tambahan luas kebakaran mencapai 1.317,3 hektare yang hingga kini masih dalam proses penanganan intensif oleh tim pemadam di darat.
Titik Merah Membara: Dumai dan Pelalawan Jadi Fokus Utama
Laporan dari Manggala Agni per 26 Maret 2026 menyebutkan bahwa api masih berkobar hebat di beberapa wilayah kunci. Di Kota Dumai, Kelurahan Mundam dan Tanjung Palas menjadi zona merah di mana api belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Personel gabungan dari Siak hingga Labuhan Batu Selatan bahkan harus turun tangan membawa alat berat guna memutus penjalaran api.
Namun, kondisi paling kritis terjadi di Kabupaten Pelalawan. Di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, lahan seluas 806 hektare membara hebat. Tim lapangan menghadapi kendala yang sangat berat untuk menjinakkan api di lokasi ini.
“Salah satu prioritas operasi, pengamanan permukiman warga dan fasilitas umum lainnya,” tegas Ferdian Krisnanto mengenai fokus utama tim saat ini.
Kendala Lapangan: Angin Kencang dan Krisis Air
Perjuangan Manggala Agni dan relawan bukan tanpa hambatan. Di Desa Teluk Lecah, Bengkalis, angin kencang dan kepulan asap tebal membuat jarak pandang terbatas dan api sulit dikendalikan. Sementara itu, di Pelalawan, tim pemadam harus memutar otak karena sumber air di sekitar lokasi kebakaran mulai mengering.
Meskipun beberapa wilayah seperti Desa Tasik Betung di Siak (23 hektare) dan Desa Pulau Muda (20 hektare) sudah masuk tahap pendinginan atau mopping up, risiko kemunculan titik api baru tetap tinggi seiring masuknya musim kemarau.
Pemerintah kini menunggu validasi data citra satelit yang akan dirilis pada 1 April mendatang untuk memastikan total kerugian lingkungan akibat karhutla Riau periode Maret. Bagi Anda yang tinggal di wilayah terdampak, pastikan selalu memantau kualitas udara dan siapkan masker sebagai langkah proteksi dini. (*)
Deskripsi:
Tag:
Long Tail Keyword:
Sumber: