Tekanan di Garasi Ducati, Bagnaia Amankan Tempat di Q2

Tekanan di Garasi Ducati, Bagnaia Amankan Tempat di Q2

Bagnaia, Image: @pecco63 / Instagram--

riau.disway.id - Pecco Bagnaia menghadapi momen menegangkan pada sesi latihan bebas MotoGP Amerika di Circuit of The Americas (COTA). Sang juara dunia dua kali sempat berada di luar posisi 10 besar menjelang akhir sesi, terancam gagal langsung ke Q2. Masalah teknis pada Ducati GP26 membuat Bagnaia harus menghentikan dua kali percobaan waktu terbaiknya, menimbulkan risiko besar bagi persiapan kualifikasi.

"Itu akan menjadi bencana di garasi kalau saya tidak masuk 10 besar," canda Bagnaia usai latihan, menekankan betapa kritisnya posisi tersebut bagi timnya. Dengan semangat kompetitif, ia berhasil menutup latihan bebas dengan catatan waktu 2m01.371s, cukup untuk finis kedelapan dan langsung melaju ke Q2, meski masih 0,444 detik di belakang rekan setim Marc Marquez yang tercepat.

Strategi dan Penyesuaian GP26

Bagnaia menjelaskan bahwa keterbatasan teknis memaksanya menunda beberapa putaran serangan waktu. Meski demikian, pengaturan motor dan strategi pemakaian ban membuatnya tetap kompetitif. Dengan ban bekas, ia mampu menunjukkan konsistensi dan kecepatan yang memadai untuk tetap berada di posisi aman.

“Saya harus menghentikan dua kali serangan waktu pertama, dan saat memulai lagi, saya tidak bisa mendorong sekuat yang saya mau. Tapi tetap penting masuk 10 besar, dan itu berhasil,” ujar Bagnaia kepada Sky Italy. Ia menekankan bahwa kondisi fisik yang berat dan banyaknya putaran membuat setiap sesi latihan di COTA menjadi tantangan tersendiri, baik bagi pebalap maupun tim.

Performa Awal Musim dan Harapan Balapan

Awal musim ini tidak sepenuhnya mulus bagi Bagnaia, yang baru mengumpulkan 10 poin dari dua seri pertama. Meski demikian, pebalap Italia itu tetap optimis dengan potensi GP26 untuk bersaing di depan. Ia menyatakan bahwa motor menunjukkan performa baik di Thailand dan Brasil, dan perbaikan teknis selama akhir pekan di COTA diharapkan memberi peluang lebih besar untuk bertarung di barisan depan.

“Menurut saya, motor bekerja dengan baik. Cara kita bekerja pasti memberi kesempatan lebih baik untuk bertarung di depan, dan saya rasa ini akan menjadi pertama kalinya kita bisa bertahan di sana,” tambah Bagnaia.

Penutup

Meski menghadapi tekanan teknis dan risiko gagal ke Q2, Pecco Bagnaia berhasil menjaga performa tim dan memastikan Ducati tetap kompetitif. Keberhasilannya menembus Q2 menunjukkan pentingnya adaptasi cepat terhadap kendala teknis dan strategi latihan yang matang. Dengan persiapan ini, peluang untuk bersaing di barisan depan pada balapan MotoGP Amerika tetap terbuka, menegaskan bahwa pengalaman dan ketenangan Bagnaia menjadi kunci dalam menghadapi tantangan.

Referensi: Crash.net

Sumber: