Ducati Hadapi Tantangan Berat di Buriram, Bagnaia Ungkap Penyebabnya

Ducati Hadapi Tantangan Berat di Buriram, Bagnaia Ungkap Penyebabnya

Bagnaia, Image: @pecco63 / Instagram--

riau.disway.id - MotoGP Thailand 2026 memberikan kejutan bagi Ducati dan Pecco Bagnaia. Setelah tampil menjanjikan di tes musim dingin, eks juara dunia dua kali ini justru hanya finis di posisi kesembilan, menunjukkan bahwa performa motor masih menyimpan masalah serius.

Kesulitan Mengelola Ban dan Traksi

Bagnaia menekankan bahwa faktor utama kesulitan Ducati kali ini adalah ban dan pengaturan traksi. “Ban belakang cepat aus, jadi saya tidak bisa mendorong motor sepenuhnya. Delapan lap terakhir saya mulai selip sampai gigi kelima di trek lurus,” katanya. Kondisi ini membuatnya sulit mengejar kelompok pembalap di depannya, meski tiga pembalap di depannya harus keluar dari balapan.

Masalah tidak hanya soal ban. Bagnaia menyebut bahwa motor sulit dikendalikan di berbagai tikungan dan traksi yang tidak konsisten membuat performa menurun dibandingkan sesi tes. “Selama tes saya merasa motor sangat responsif dan nyaman dikendarai. Tapi sepanjang akhir pekan balapan, motor terasa berbeda dan sulit dikontrol,” ujarnya.

Persaingan Meningkat, Ducati Tertinggal

Buriram biasanya menjadi salah satu sirkuit yang menguntungkan bagi Ducati karena karakter ban yang keras. Namun kali ini Aprilia dan KTM menunjukkan kemajuan signifikan, menempatkan empat pembalap mereka di lima besar, termasuk kemenangan Marco Bezzecchi dan podium kedua Pedro Acosta.

Bagnaia menilai bahwa Ducati perlu memahami penyebab mundurnya performa. “Kami biasanya tampil kuat di trek ini, tapi kali ini langkah kami mundur. Aprilia dan KTM memang luar biasa kali ini, jadi kami harus mencari tahu kenapa,” tambahnya.

Optimisme Untuk Balapan Berikutnya

Meski menghadapi hasil mengecewakan, Bagnaia tetap yakin Ducati bisa kembali kompetitif di balapan berikutnya di Brasil. “Sirkuit baru akan jadi tantangan, tapi saya percaya tim dan motor bisa kembali ke posisi terdepan,” ujarnya.

Di klasemen sementara, Bagnaia berada di posisi kesepuluh dengan delapan poin, sementara Fabio Di Giannantonio menjadi pembalap Ducati terbaik di posisi ketujuh, tertinggal 20 poin dari pemimpin sementara Pedro Acosta.

Kesimpulan

Grand Prix Thailand menjadi pengingat bahwa Ducati tidak bisa hanya mengandalkan reputasi dan performa tes. Faktor teknis seperti pengelolaan ban, traksi, dan kontrol motor menjadi penentu utama hasil balapan. Dengan evaluasi mendalam, Ducati diharapkan bisa memperbaiki kelemahan ini sebelum seri Brasil.

Referensi:

Crash.net, SkySports.it

 

Short tail keywords: 

Ducati Hadapi Tantangan Berat di Buriram, Bagnaia Ungkap Masalah Motor

MotoGP Thailand 2026 memberikan kejutan bagi Ducati dan Pecco Bagnaia. Setelah tampil menjanjikan di tes musim dingin, eks juara dunia ganda ini justru hanya finis di posisi kesembilan, menunjukkan bahwa performa motor masih menyimpan masalah serius.

Kesulitan Mengelola Ban dan Traksi

Bagnaia menekankan bahwa faktor utama kesulitan Ducati kali ini adalah ban dan pengaturan traksi. “Ban belakang cepat aus, jadi saya tidak bisa mendorong motor sepenuhnya. Delapan lap terakhir saya mulai selip sampai gigi kelima di trek lurus,” katanya. Kondisi ini membuatnya sulit mengejar kelompok pembalap di depannya, meski tiga pembalap di depannya harus keluar dari balapan.

Masalah tidak hanya soal ban. Bagnaia menyebut bahwa motor sulit dikendalikan di berbagai tikungan dan traksi yang tidak konsisten membuat performa menurun dibandingkan sesi tes. “Selama tes saya merasa motor sangat responsif dan nyaman dikendarai. Tapi sepanjang akhir pekan balapan, motor terasa berbeda dan sulit dikontrol,” ujarnya.

Persaingan Meningkat, Ducati Tertinggal

Buriram biasanya menjadi salah satu sirkuit yang menguntungkan bagi Ducati karena karakter ban yang keras. Namun kali ini Aprilia dan KTM menunjukkan kemajuan signifikan, menempatkan empat pembalap mereka di lima besar, termasuk kemenangan Marco Bezzecchi dan podium kedua Pedro Acosta.

Bagnaia menilai bahwa Ducati perlu memahami penyebab mundurnya performa. “Kami biasanya tampil kuat di trek ini, tapi kali ini langkah kami mundur. Aprilia dan KTM memang luar biasa kali ini, jadi kami harus mencari tahu kenapa,” tambahnya.

Optimisme Untuk Balapan Berikutnya

Meski menghadapi hasil mengecewakan, Bagnaia tetap yakin Ducati bisa kembali kompetitif di balapan berikutnya di Brasil. “Sirkuit baru akan jadi tantangan, tapi saya percaya tim dan motor bisa kembali ke posisi terdepan,” ujarnya.

Di klasemen sementara, Bagnaia berada di posisi kesepuluh dengan delapan poin, sementara Fabio Di Giannantonio menjadi pembalap Ducati terbaik di posisi ketujuh, tertinggal 20 poin dari pemimpin sementara Pedro Acosta.

Kesimpulan

Grand Prix Thailand menjadi pengingat bahwa Ducati tidak bisa hanya mengandalkan reputasi dan performa tes. Faktor teknis seperti pengelolaan ban, traksi, dan kontrol motor menjadi penentu utama hasil balapan. Dengan evaluasi mendalam, Ducati diharapkan bisa memperbaiki kelemahan ini sebelum seri Brasil.

Referensi: Crash.net, SkySports.it

Sumber: