Marquez Sebut Pemulihan Fisik Pasca Cedera Kini Lebih Sulit

Marquez Sebut Pemulihan Fisik Pasca Cedera Kini Lebih Sulit

Duo Marquez, Image: @marcmarquez93 / Instagram--

 

 

riau.disway.id - Juara dunia MotoGP tujuh kali, Marc Marquez, menegaskan bahwa tantangan terbesarnya menjelang musim 2026 bukan berasal dari faktor usia. Di usia 33 tahun, ia justru merasa mentalnya tetap kompetitif dan lapar akan kemenangan. Namun, yang berubah adalah respons tubuhnya setelah serangkaian cedera berat dalam beberapa musim terakhir di MotoGP.

Marquez menyebut bahwa setiap musim baru kini terasa lebih sulit dipersiapkan. Bukan karena menurunnya motivasi, melainkan karena proses pemulihan fisik membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan sebelumnya. Ia menekankan bahwa akumulasi cedera membuat tubuhnya tidak lagi bereaksi secepat dulu.

“Bagi saya, ini bukan soal usia. Ini soal cedera. Satu cedera datang, lalu cedera lain, dan itu membuat pemulihan semakin lama,” ujarnya saat tes pramusim di Buriram.

Dampak Cedera Bahu yang Mengganggu Musim

Cedera bahu yang dialaminya pada Grand Prix Indonesia 2025 menjadi salah satu titik krusial. Insiden tersebut terjadi setelah kontak dengan pebalap Aprilia, dan awalnya tidak dianggap memerlukan operasi. Namun dalam hitungan hari, tidak terlihat perkembangan pemulihan, sehingga tindakan operasi akhirnya dilakukan.

Cedera itu membuatnya absen hingga akhir musim. Ia baru kembali mengaspal pada Januari saat tes pramusim, dan meski mampu menyelesaikan program tanpa kendala besar, ia mengakui kondisi fisiknya belum sepenuhnya kembali seperti sebelumnya.

Pemulihan yang lebih panjang inilah yang menjadi fokus utama Marquez jelang musim baru. Ia tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan, termasuk dalam negosiasi kontrak barunya bersama Ducati. Pabrikan asal Italia tersebut mendorong kontrak dua tahun, tetapi Marquez ingin memastikan kondisi bahunya benar-benar stabil sebelum mengikat komitmen jangka panjang.

Dinamika Tim dan Tekanan Musim 2026

Musim 2026 diprediksi menjadi salah satu musim paling kompetitif dalam beberapa tahun terakhir. Marquez akan berbagi garasi dengan talenta muda Pedro Acosta, sementara rekan setim sebelumnya, Pecco Bagnaia, dikabarkan menuju Aprilia.

Perubahan komposisi tim tentu menghadirkan dinamika baru. Namun bagi Marquez, tantangan terbesarnya tetap pada bagaimana tubuhnya merespons tekanan balapan sepanjang musim.

Ia mengakui bahwa secara mental dirinya masih merasa muda dan kompetitif. Tetapi secara fisik, proses pemulihan kini tidak secepat beberapa tahun lalu. Itulah yang membuat setiap persiapan musim terasa lebih panjang dan lebih kompleks.

Fokus pada Adaptasi dan Manajemen Fisik

Situasi ini memaksa Marquez untuk mengubah pendekatan. Ia lebih selektif dalam latihan, lebih disiplin dalam program rehabilitasi, dan lebih berhati-hati dalam mengelola beban fisik. MotoGP modern menuntut kombinasi kekuatan, daya tahan, dan reaksi cepat dalam kecepatan ekstrem. Cedera berulang membuat setiap aspek tersebut harus dijaga dengan lebih detail.

Meski demikian, performanya pada musim 2025 membuktikan bahwa ia masih mampu mendominasi. Sebelas kemenangan grand prix menjadi bukti bahwa kualitasnya belum memudar. Tantangan kini bukan soal kemampuan, melainkan konsistensi menjaga tubuh tetap berada di level tertinggi sepanjang kalender balap yang padat.

Musim 2026 akan menjadi ujian lanjutan. Jika pemulihan berjalan sesuai harapan, Marquez berpeluang kembali menjadi poros utama perebutan gelar. Namun jika tubuh kembali memberi sinyal batas, maka manajemen risiko akan menjadi kunci.

Yang jelas, pernyataannya menunjukkan satu hal: perjuangan seorang juara tidak hanya terjadi di lintasan, tetapi juga dalam proses pemulihan yang panjang dan disiplin.

Referensi:

Crash.net – Marc Marquez reveals what is getting “harder” about each new MotoGP season

 
 

Sumber: