Sterling Masih Jadi Target Napoli, Tapi Gaji Jadi Hambatan
Raheem Sterling, Image: @sterling7 / Instagram--
riau.disway.id - Raheem Sterling kini berstatus bebas transfer setelah meninggalkan Chelsea. Situasi ini menjadikannya salah satu pemain paling menarik di pasar transfer Eropa, terutama bagi klub-klub Serie A yang mencari pemain berpengalaman di lini serang. Nama Sterling sempat dikaitkan dengan Roma dan Napoli, dua klub yang aktif mencari tambahan kualitas ofensif di tengah persaingan ketat liga.
Napoli disebut sebagai klub yang serius mempertimbangkan winger asal Inggris ini. Klub asal Italia selatan itu melihat Sterling sebagai opsi instan yang bisa meningkatkan kualitas lini serang, sekaligus memberikan pengalaman dan mental juara yang dibutuhkan tim untuk bersaing di kompetisi domestik maupun Eropa.
Daya Tarik Reuni dengan Kevin De Bruyne
Salah satu alasan ketertarikan Napoli adalah potensi reuni Sterling dengan Kevin De Bruyne, mantan rekan satu timnya di Manchester City. Keduanya pernah menjadi bagian dari era paling sukses City, dengan kombinasi kecepatan, kreativitas, dan produktivitas gol yang menjadi ciri khas permainan tim Inggris itu.
Meski De Bruyne saat ini masih dalam proses pemulihan cedera panjang dan fokus pada persiapan Piala Dunia 2026, kemungkinan pertemuan kembali di Napoli tetap menjadi daya tarik emosional bagi Sterling. Klub Italia ini memandang adanya mantan rekan setim sebagai nilai tambah, yang bisa membantu adaptasi dan kinerja Sterling jika transfer benar-benar terjadi.
Kendala Gaji yang Menjadi Batu Sandungan
Hambatan terbesar dalam rencana transfer ini adalah gaji tinggi Sterling. Selama bermain di Premier League, winger Inggris itu dilaporkan menerima bayaran sekitar 19 juta euro per musim. Angka ini jauh melebihi struktur gaji rata-rata klub Serie A, termasuk Napoli.
CalcioMercato menegaskan bahwa pembicaraan serius baru akan terjadi jika Sterling bersedia menurunkan tuntutan finansialnya secara signifikan. Pendekatan ini sejalan dengan strategi klub yang berhati-hati, memastikan setiap rekrutan tidak hanya meningkatkan kualitas tim tetapi juga tetap menjaga stabilitas keuangan jangka menengah.
Pertimbangan Usia dan Fase Karier Sterling
Pada usia 31 tahun, Sterling berada di fase karier yang krusial. Ia memiliki pengalaman panjang di level tertinggi sepak bola Eropa, termasuk Premier League dan Liga Champions. Fase ini sering menjadi momen refleksi bagi pemain bintang: apakah memilih stabilitas finansial tinggi atau kesempatan bermain reguler dan meninggalkan warisan kompetitif.
Status bebas transfer memberikan fleksibilitas bagi klub peminat, tetapi realitas finansial tetap menjadi faktor utama. Keputusan Sterling dalam beberapa bulan ke depan akan menentukan apakah ia bisa kembali merasakan persaingan top Eropa melalui Napoli atau klub lain.
Menunggu Keputusan dan Dinamika Bursa Transfer
Napoli tidak terburu-buru dalam negosiasi. Klub memilih mengamati dan menunggu keputusan sang pemain, termasuk kemungkinan penyesuaian gaji dan motivasi untuk kembali bermain. Kesabaran ini mencerminkan pendekatan klub modern dalam mengelola bursa transfer: memadukan aspek teknis, emosional, dan finansial sebelum mengambil langkah konkret.
Selain Napoli, ada kemungkinan klub lain juga memantau situasi Sterling. Status bebas transfer membuat sang pemain bisa menimbang opsi terbaik, sementara klub harus menyesuaikan strategi finansial dan teknis.
Sumber: