Produktivitas Kane Bikin Bayern Tak Cari Striker Baru
Harry Kane, Image: @harrykane / Instagram--
riau.disway.id - Sejak kedatangannya ke Bayern Munich pada Agustus 2023, Harry Kane langsung menghapus keraguan yang sempat muncul soal siapa penerus lini depan klub pasca-era Robert Lewandowski. Penyerang asal Inggris itu tampil tajam, konsisten, dan menjadi pusat permainan Bayern di berbagai kompetisi.
Pada musim 2024–2025, Kane mencatatkan 26 gol dan delapan assist dari 31 pertandingan Bundesliga. Catatan tersebut bukan hanya menempatkannya sebagai salah satu penyerang tersubur liga, tetapi juga menjadi faktor utama keberhasilan Bayern meraih gelar juara. Produktivitas ini membuat kebutuhan Bayern akan striker utama praktis terpenuhi.
Dalam sepak bola modern, klub besar biasanya aktif mencari penyerang baru ketika lini depan dianggap belum stabil. Namun, situasi tersebut tidak terlihat di Bayern sejak Kane menjadi poros utama serangan.
Pernyataan Klub Menguatkan Posisi Kane
Sinyal paling jelas datang dari internal Bayern sendiri. Direktur olahraga Max Eberl secara terbuka mengonfirmasi bahwa klub sedang berbicara dengan Kane terkait masa depan kontraknya. “Kami berbicara dengan Harry, kami berbicara,” ujar Eberl dalam sebuah acara Bundesliga.
Pernyataan tersebut penting karena menunjukkan fokus Bayern bukan pada mencari pengganti, melainkan menjaga aset utama mereka. Dalam konteks bursa transfer, klub yang merasa perlu mencari striker baru biasanya bersikap lebih tertutup terhadap masa depan pemain intinya.
CEO Bayern Munich Jan-Christian Dreesen juga menegaskan bahwa Kane merasa nyaman di Munich dan tidak ada alasan bagi klub untuk terburu-buru mengambil keputusan. “Harry memiliki kepercayaan besar kepada kami dan ia merasa nyaman di Munich,” kata Dreesen.
Performa Stabil Kurangi Urgensi Transfer
Selain jumlah gol, konsistensi Kane menjadi faktor kunci. Ia tidak hanya mencetak gol saat melawan tim papan bawah, tetapi juga tampil menentukan di laga-laga penting. Kane menjadi eksekutor penalti utama, pemimpin lini depan, dan rujukan serangan Bayern.
Di Liga Champions, Kane turut membantu Bayern finis di posisi atas fase grup, mempertegas perannya sebagai pemain inti di level tertinggi. Dengan kontribusi semacam ini, Bayern tidak berada dalam posisi tertekan untuk mencari striker baru di bursa transfer.
Fakta bahwa Kane juga mendekati rekor gol Bundesliga milik Robert Lewandowski semakin menguatkan posisinya. Alih-alih mencari pemain baru, Bayern justru terlihat fokus memaksimalkan Kane sebagai pusat proyek jangka menengah.
Kane dan Masa Depan Bayern
Harry Kane sendiri pernah menyatakan bahwa keinginannya untuk kembali ke Premier League “sedikit menurun”. Pernyataan ini menjadi sinyal tambahan bahwa Kane melihat masa depannya bersama Bayern Munich.
Dengan usia 32 tahun, Kane masih berada dalam fase produktif sebagai penyerang. Bayern pun tampak realistis: selama performa Kane terjaga dan ia merasa nyaman, kebutuhan akan striker baru tidak menjadi prioritas.
Situasi ini menjelaskan mengapa Bayern lebih memilih membuka pembicaraan kontrak ketimbang berburu penyerang lain. Kane bukan hanya solusi sementara, tetapi figur sentral yang sudah teruji.
Kesimpulan
Produktivitas Harry Kane telah menjawab kebutuhan utama Bayern Munich di lini depan. Meski tidak ada pernyataan resmi bahwa Bayern menghentikan pencarian striker baru, performa Kane, pernyataan manajemen, dan arah negosiasi kontrak menunjukkan bahwa klub tidak berada dalam posisi mendesak untuk mencari pengganti.
Selama Kane terus mencetak gol dan memimpin serangan Bayern, fokus klub tampaknya akan tetap pada mempertahankan sang penyerang, bukan membuka lembaran baru di bursa transfer.
Referensi
Harry Kane: Bayern Munich open talks to extend striker's contract – BBC Sport
Sumber: