Ekonomi Riau Melaju di Luar Prediksi, Target RPJMD Lewat Jauh!
Plt Gubri SF Hariyanto - Mediacenter.riau ---
RIAU, DISWAY.ID - Provinsi Riau baru saja membuktikan tajinya sebagai raksasa ekonomi di Sumatera. Di tengah ketidakpastian kondisi global dan tekanan anggaran yang menghimpit, Bumi Lancang Kuning justru mencetak prestasi yang bikin banyak pihak melongo. Kabar gembira ini datang langsung dari laporan satu tahun perjalanan pemerintahan periode 2025–2026. Data terbaru menunjukkan bahwa indikator makro pembangunan Riau melesat kencang, bahkan sukses melampaui target yang sudah dipatok dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Loncatan performa ini menjadi sinyal kuat bahwa daya tahan ekonomi daerah ini sangat tangguh. Jika kamu berpikir Riau hanya soal kelapa sawit dan minyak bumi, kamu perlu melihat angka-angka terbaru ini. Realisasi yang tercapai bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bukti nyata efektivitas kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah dalam setahun terakhir.
Pertumbuhan Ekonomi Riau Tembus 4,79 Persen: Jauh Melampaui Ekspektasi!
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, membeberkan fakta mengejutkan mengenai pertumbuhan ekonomi daerahnya. Awalnya, pemerintah hanya berani mematok target konservatif di kisaran 3,9 hingga 4,23 persen. Namun, realita di lapangan justru berkata lain. Ekonomi Riau secara impresif mampu menembus angka 4,79 persen pada akhir tahun 2025.
Prestasi ini tidak hanya berdampak bagi warga lokal, tapi juga menjadi kabar penting bagi skala nasional. Dengan kontribusi sebesar 5,08 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, Riau resmi mengukuhkan posisinya sebagai penopang utama ekonomi Indonesia. Pemanfaatan sumber daya alam yang produktif terbukti masih menjadi mesin uang yang handal bagi daerah ini.
“Di tengah keterbatasan 2025, Alhamdulillah beberapa indikator justru melampaui target yang kita tetapkan dalam RPJMD tahun 2025 pertama. Pertumbuhan ekonomi kita ditargetkan 3,9% sampai 4,23%, realisasinya mencapai 4,79% dengan kontribusi terhadap ekonomi nasional sebesar 5,08%,” ujar SF Hariyanto di Gedung Pauh Janggi Pekanbaru, Jumat (20/02/2026).
Hilirisasi Jadi Harga Mati: Riau Ingin Lepas dari Ketergantungan Bahan Mentah
Meski sedang di atas angin, pemerintah tidak mau cepat puas. SF Hariyanto secara jujur mengakui bahwa struktur ekonomi Riau saat ini masih sangat bergantung pada sektor primer dan ekspor komoditas mentah. Ketergantungan ini dinilai cukup berisiko jika harga komoditas global mengalami fluktuasi tajam.
Solusi jangka panjangnya adalah hilirisasi. Pemerintah daerah kini mulai fokus menarik investasi untuk sektor industri pengolahan. Tujuannya jelas: menciptakan nilai tambah. Riau tidak ingin lagi hanya mengirim bahan mentah ke luar negeri, melainkan ingin memproduksi barang jadi yang memiliki harga jual lebih tinggi dan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal.
“Namun, kita juga jujur pertumbuhan ini masih didominasi sektor primer dan ekspor komoditas. Hilirisasi dan penciptaan nilai tambah masih menjadi pekerjaan rumah besar kita,” jelas SF Hariyanto dengan nada tegas.
Lingkungan Makin Hijau, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Riau Ikut Naik
Bukan cuma soal cuan dan ekonomi, Riau juga serius menjaga alam. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Riau mencatatkan hasil yang sangat positif. Dari target awal sebesar 71,85 persen, realisasi di lapangan mampu menyentuh angka 74,82 persen pada penutupan tahun 2025. Angka ini membuktikan bahwa pembangunan ekonomi tidak harus mengorbankan kelestarian alam.
Penurunan luas lahan terbakar menjadi faktor kunci di balik kesuksesan ini. Komitmen pembangunan rendah karbon mulai menunjukkan taringnya melalui kolaborasi lintas sektor yang lebih terpadu dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Riau kini sedang bertransformasi menuju daerah yang mengedepankan keseimbangan antara profit dan planet.
"Kemudian, indeks kualitas lingkungan hidup ditargetkan 71,85%, realisasinya 74,82%. Luas lahan terbakar menurun, komitmen pembangunan rendah karbon mulai berjalan," ungkap Plt Gubri SF Hariyanto.
Kualitas Hidup Warga Meningkat: IPM Riau Melesat ke 76,31 Persen
Indikator terakhir yang tidak kalah membanggakan adalah naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM Riau kini berada di angka 76,31 persen, mengalami kenaikan sebesar 0,64 poin. Kenaikan ini lagi-lagi melampaui target RPJMD yang hanya mematok kenaikan 0,57 poin. Hal ini menjadi cerminan bahwa akses pendidikan dan layanan kesehatan di Riau semakin merata dan berkualitas.
“Ini menunjukkan kualitas hidup masyarakat membaik dan akses pendidikan semakin merata," pungkasnya. Dengan rapor hijau di hampir semua lini, Riau siap menghadapi tahun 2026 dengan optimisme tinggi untuk menjadi pusat pertumbuhan baru di Indonesia. (*)
Sumber: