Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal yang Perlu Kamu Ketahui
Zakat Fitrah Beras, Image: DALLĀ·E 3--
riau.disway.id - Zakat adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang mampu.
Dalam praktiknya, zakat dibagi menjadi beberapa jenis, dua di antaranya yang paling dikenal adalah zakat fitrah dan zakat mal.
Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu membersihkan harta dan membantu yang membutuhkan, keduanya berbeda dari segi waktu, objek, dan cara perhitungan.
Pengertian zakat fitrah dan zakat mal
zakat fitrah adalah zakat yang wajib dibayarkan menjelang hari raya Idul Fitri.
Tujuannya adalah untuk membersihkan diri dari kesalahan atau kekhilafan selama bulan Ramadan serta membantu orang-orang yang kurang mampu agar mereka juga dapat merayakan hari raya dengan layak.
Besaran zakat fitrah biasanya dihitung berdasarkan jumlah jiwa dalam keluarga dan menggunakan bahan pokok seperti beras atau uang sesuai nilai setara.
Sementara itu, zakat mal adalah zakat yang dikenakan pada harta tertentu yang dimiliki oleh seorang Muslim, seperti emas, perak, uang tunai, atau aset produktif.
zakat mal bertujuan untuk menyucikan harta dan menumbuhkan kepedulian sosial, sekaligus menjadi instrumen redistribusi kekayaan di masyarakat.
Berbeda dengan zakat fitrah, zakat mal dihitung berdasarkan total nilai harta yang mencapai nisab dan telah dimiliki selama satu tahun (haul).
Objek dan Waktu Pembayaran
Perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada objek dan waktu pembayaran:
-
zakat fitrah: Dibayarkan dalam bentuk bahan makanan pokok atau uang senilai bahan pokok, hanya sekali dalam setahun menjelang Idul Fitri.
-
zakat mal: Dibayarkan dari harta yang dimiliki, seperti emas, perak, tabungan, investasi, atau barang dagangan, kapan saja setelah harta mencapai nisab dan haul, biasanya dihitung tiap tahun.
Dengan kata lain, zakat fitrah bersifat personal dan tahunan, sedangkan zakat mal bersifat harta dan rutin tahunan berdasarkan kepemilikan aset.
Cara Menghitung Zakat
zakat fitrah biasanya dihitung per jiwa. Misalnya, jika seorang kepala keluarga memiliki empat anggota keluarga, maka ia membayarkan zakat fitrah untuk empat orang.
Nilai zakat bisa disesuaikan dengan harga rata-rata bahan pokok setempat.
zakat mal, di sisi lain, dihitung dari total harta yang dimiliki. Persentasenya sebesar 2,5% dari total harta yang mencapai nisab.
Misalnya, jika seseorang memiliki tabungan, emas, dan properti senilai Rp100.000.000, zakat mal yang harus dibayarkan adalah Rp2.500.000.
Harta dagangan atau investasi juga dihitung dari nilai pasar atau keuntungan bersih.
Manfaat dan Tujuan
Kedua jenis zakat memiliki tujuan sosial dan spiritual, namun fokusnya berbeda:
-
zakat fitrah membantu memastikan semua anggota masyarakat, termasuk yang kurang mampu, dapat merayakan Idul Fitri dengan layak.
-
zakat mal lebih menekankan pada distribusi kekayaan, pencegahan penimbunan harta, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi umat secara berkelanjutan.
Selain itu, zakat mal juga berperan sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dan meningkatkan solidaritas sosial di masyarakat Muslim modern, terutama jika dikelola secara profesional melalui lembaga amil zakat.
Kesimpulan
Perbedaan utama antara zakat fitrah dan zakat mal terletak pada objek, waktu pembayaran, dan cara perhitungan.
zakat fitrah dibayarkan menjelang Idul Fitri dalam bentuk bahan pokok atau uang per jiwa, sedangkan zakat mal dibayarkan dari harta yang mencapai nisab dan telah dimiliki selama haul.
Keduanya sama-sama memiliki tujuan membersihkan diri, menumbuhkan kepedulian sosial, dan memperkuat solidaritas dalam masyarakat.
Pemahaman yang benar mengenai keduanya penting agar setiap Muslim dapat menunaikan kewajibannya secara tepat dan mendapatkan keberkahan zakat.
Referensi:
-
The Islamic Law of Zakat, Monzer Kahf
-
Purification of Wealth: A Comprehensive Guide to Zakat, Muhammad Taqi Usmani
-
Economic and Social Impacts of Zakat in Muslim Communities, Journal of Islamic Economics
Sumber: