Cara Menghitung Zakat Fitrah jika Membayarnya dengan Beras

Cara Menghitung Zakat Fitrah jika Membayarnya dengan Beras

Zakat Fitrah Beras, Image: DALLĀ·E 3--

riau.disway.id - Zakat fitrah adalah salah satu kewajiban bagi setiap Muslim menjelang Hari Raya Idulfitri. Zakat ini memiliki tujuan untuk membersihkan jiwa dari dosa-dosa kecil selama bulan Ramadan, sekaligus membantu meringankan beban kaum dhuafa agar mereka juga dapat merayakan Idulfitri dengan layak. Salah satu bentuk pembayaran Zakat fitrah yang umum dilakukan adalah menggunakan beras, yang merupakan makanan pokok di banyak wilayah Indonesia.

Ketentuan Zakat fitrah

Zakat fitrah wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim yang memiliki kemampuan, baik dewasa maupun anak-anak, laki-laki maupun perempuan. Besarnya Zakat fitrah setara dengan satu sha’ atau sekitar 2,5 hingga 3 kilogram beras per jiwa. Rasulullah SAW bersabda, “Zakat fitrah dibayarkan dengan satu sha’ dari kurma, gandum, atau makanan pokok lainnya” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah). Dengan kata lain, Zakat fitrah harus dibayarkan menggunakan makanan pokok yang umum dikonsumsi oleh masyarakat setempat, yang di Indonesia biasanya adalah beras.

Cara Menghitung Zakat fitrah dengan beras

Perhitungan Zakat fitrah dengan beras dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

  1. Menentukan Jumlah Jiwa
    Hitung semua anggota keluarga yang wajib membayar Zakat fitrah. Termasuk anak-anak dan anggota keluarga lain yang masih menjadi tanggungan.

  2. Menentukan Berat Satu Sha’ beras
    Satu sha’ beras setara dengan sekitar 2,5 hingga 3 kilogram. Untuk praktisnya, banyak lembaga Zakat menggunakan angka 2,5 kg per orang.

  3. Mengalikan Jumlah Jiwa dengan Berat Zakat
    Rumusnya:
    Jumlah jiwa × Berat Zakat per jiwa = Total Zakat yang harus dikeluarkan
    Contoh: Jika sebuah keluarga terdiri dari 4 orang, maka total Zakat fitrah:
    4 × 2,5 kg = 10 kg beras

  4. Membagikan atau Menyerahkan beras
    beras dapat diberikan langsung kepada fakir miskin, melalui amil Zakat, atau melalui lembaga Zakat resmi. Hal yang penting adalah beras tersebut sampai ke orang yang berhak menerimanya sebelum shalat Idulfitri.

Pilihan Alternatif Selain beras

Selain beras, Zakat fitrah dapat dibayarkan dengan makanan pokok lain yang umum dikonsumsi di daerah masing-masing, seperti kurma, gandum, jagung, atau sagu. Beberapa lembaga juga memungkinkan pembayaran Zakat fitrah menggunakan uang, yang kemudian dikonversi menjadi bahan pokok untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Hal ini memudahkan masyarakat yang tidak memiliki cukup waktu untuk membeli atau menimbang beras.

Pentingnya Membayar Tepat Waktu

Zakat fitrah harus dikeluarkan sebelum pelaksanaan shalat Idulfitri. Tujuannya adalah agar kaum dhuafa dapat memanfaatkan Zakat tersebut untuk kebutuhan Idulfitri. Membayar Zakat fitrah tepat waktu juga memastikan ibadah puasa dan Idulfitri menjadi lebih sempurna, sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.

Kesimpulan

Menghitung Zakat fitrah dengan beras adalah proses yang sederhana tetapi memiliki dampak sosial dan spiritual yang besar. Dengan memperhatikan jumlah jiwa, berat satu sha’ beras, serta waktu pembayaran, setiap Muslim dapat menunaikan kewajiban ini dengan tepat. Praktik ini tidak hanya membersihkan harta dan jiwa, tetapi juga mempererat solidaritas sosial dalam masyarakat. Dengan demikian, Zakat fitrah tetap relevan di era modern, baik secara spiritual maupun sebagai bentuk bantuan kemanusiaan bagi yang membutuhkan.

Referensi:
The Islamic Foundation – Zakat and fitrah Guide
Fiqh al-Zakat: A Comparative Study

Sumber: