Mengapa Eksim Bisa Kambuh Berulang Kali meski Sudah Diobati?

Senin 26-10-2026,00:52 WIB
Reporter : Makruf
Editor : Makruf

Siklus gatal dan garukan tersebut dikenal dalam dunia medis sebagai itch-scratch cycle. Siklus ini dapat mempertahankan peradangan dan membuat lesi eksim lebih sulit pulih.

Untuk mengurangi risiko tersebut, penderita dapat menggunakan pelembap yang sesuai, menjaga kuku tetap pendek, dan menghindari faktor yang memperburuk rasa gatal. Jika gatal sangat mengganggu atau mengganggu tidur, dokter dapat membantu menentukan penanganan yang tepat.

5. Ada Infeksi Sekunder pada Kulit

Kulit yang mengalami eksim lebih rentan terhadap infeksi, terutama jika terdapat luka akibat garukan. Bakteri tertentu, termasuk Staphylococcus aureus, dapat ditemukan pada kulit penderita dermatitis atopik dan berperan dalam memperburuk peradangan pada sebagian kasus.

Infeksi sekunder dapat membuat kondisi kulit semakin parah, sehingga gejalanya tampak seperti eksim yang tidak kunjung membaik meskipun telah diobati. Tanda yang perlu diperhatikan antara lain munculnya nanah, kerak kekuningan, rasa nyeri yang bertambah, kulit terasa panas, atau kemerahan yang meluas.

Jika disertai demam atau kondisi kulit memburuk dengan cepat, pemeriksaan medis perlu dilakukan segera. Dokter akan menentukan apakah terdapat infeksi dan apakah pengobatan tambahan diperlukan.

Antibiotik tidak dibutuhkan untuk setiap kekambuhan eksim. Obat tersebut hanya digunakan jika ada indikasi infeksi bakteri dan sesuai dengan penilaian tenaga medis.

6. Diagnosis atau Jenis Eksim Belum Tepat

Istilah eksim mencakup beberapa kondisi peradangan kulit, termasuk dermatitis atopik, dermatitis kontak, dan eksim dishidrotik. Kondisi-kondisi tersebut dapat memiliki gejala yang mirip, tetapi penyebab dan pendekatan penanganannya tidak selalu sama.

Sebagai contoh, dermatitis kontak dapat muncul akibat paparan bahan tertentu yang mengiritasi kulit atau memicu reaksi alergi. Jika bahan penyebabnya masih digunakan setiap hari, gejala bisa terus berulang meskipun peradangan sempat mereda.

Kelainan kulit lain, seperti infeksi jamur, juga dapat menyerupai eksim. Jika diagnosis awal kurang tepat, pengobatan yang diberikan mungkin tidak menyelesaikan penyebab utama keluhan.

Karena itu, eksim yang sering kambuh, tidak membaik dengan pengobatan, atau memiliki pola gejala yang berubah perlu diperiksa kembali oleh dokter. Dalam kondisi tertentu, pemeriksaan tambahan seperti uji tempel alergi dapat dipertimbangkan untuk mencari penyebab dermatitis kontak alergi.

Cara Mengurangi Risiko Eksim Kambuh Kembali

Eksim tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya agar tidak kambuh, tetapi perawatan yang konsisten dapat membantu mengendalikan gejala dan mengurangi frekuensi kekambuhan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:

  1. Menggunakan pelembap secara teratur, terutama setelah mandi, untuk membantu mempertahankan kelembapan kulit.

  2. Mandi dengan air suam-suam kuku, bukan air yang terlalu panas, serta menghindari mandi terlalu lama.

  3. Memilih sabun dan produk perawatan kulit yang lembut, tanpa pewangi, dan tidak menimbulkan iritasi.

  4. Mengurangi paparan terhadap pemicu yang telah diketahui, seperti deterjen tertentu, keringat berlebihan, atau bahan pakaian yang mengiritasi.

Tags :
Kategori :

Terkait