Kombinasi tersebut dapat menyediakan protein, kalsium, vitamin, mineral, dan serat dalam satu sajian. Serat dari buah atau oatmeal juga membantu melengkapi kandungan yogurt yang umumnya rendah serat.
Namun, tidak semua produk berlabel yogurt memiliki kandungan gizi yang sama. Sebagian produk mengandung banyak gula tambahan, perisa, atau bahan campuran yang membuat nilai gizinya berbeda dari yogurt tawar.
Karena itu, membaca label komposisi dan informasi nilai gizi merupakan langkah penting sebelum memilih produk untuk dikonsumsi setiap hari.
Cara Memilih Yogurt agar Manfaatnya Lebih Optimal
Agar yogurt dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat, beberapa hal berikut perlu diperhatikan.
-
Pilih yogurt tawar tanpa tambahan gula jika ingin lebih mudah mengendalikan asupan gula harian.
-
Periksa kandungan protein, kalsium, lemak, dan gula pada label informasi nilai gizi.
-
Jika menginginkan manfaat dari kultur hidup, periksa keterangan mengenai kultur bakteri hidup pada kemasan.
-
Tambahkan buah segar atau oatmeal jika ingin memperoleh serat tambahan.
-
Simpan yogurt sesuai petunjuk pada kemasan dan perhatikan tanggal kedaluwarsa.
-
Sesuaikan jenis serta jumlah konsumsi dengan kebutuhan nutrisi dan kondisi kesehatan.
Tidak ada satu jumlah yogurt yang wajib dikonsumsi setiap orang untuk memperoleh manfaat kesehatan. Kebutuhan setiap individu berbeda, sehingga ukuran sajian sebaiknya disesuaikan dengan pola makan secara keseluruhan.
Siapa yang Perlu Berhati-hati Mengonsumsi Yogurt?
Sebagian besar orang dapat memasukkan yogurt ke dalam pola makan sehari-hari, tetapi ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian.
Orang dengan alergi protein susu perlu menghindari yogurt berbahan dasar susu sapi, kecuali mendapat arahan medis yang sesuai. Fermentasi tidak menghilangkan seluruh protein penyebab alergi.
Sementara itu, penderita intoleransi laktosa mungkin dapat menoleransi yogurt tertentu, tetapi sebagian lainnya tetap mengalami kembung, sakit perut, atau diare. Produk bebas laktosa dapat menjadi alternatif jika sesuai dengan kebutuhan.
Orang yang memiliki penyakit ginjal atau sedang menjalani pembatasan asupan protein, fosfor, kalium, maupun cairan juga perlu memperhatikan jenis dan jumlah yogurt yang dikonsumsi. Kandungan mineral serta protein dalam yogurt dapat berpengaruh terhadap batas asupan harian yang ditetapkan tenaga kesehatan.
Selain itu, orang dengan kondisi medis yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh sangat lemah sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai keamanan produk yang mengandung kultur mikroorganisme hidup.