Sering Melewatkan Sarapan? Ini Dampaknya bagi Tubuh

Minggu 25-10-2026,00:58 WIB
Reporter : Makruf
Editor : Makruf

Namun, situasinya berbeda bagi orang yang memiliki diabetes atau menggunakan obat penurun gula darah tertentu. Menunda atau melewatkan makan dapat meningkatkan risiko hipoglikemia, yaitu kondisi ketika kadar gula darah turun terlalu rendah, terutama jika obat tetap digunakan tanpa penyesuaian yang tepat.

Gejalanya dapat berupa gemetar, berkeringat, pusing, jantung berdebar, atau kebingungan. Orang yang menggunakan insulin atau obat diabetes tertentu sebaiknya mengikuti jadwal makan dan petunjuk tenaga kesehatan, bukan melewatkan sarapan tanpa pertimbangan medis.

5. Kebutuhan Nutrisi Harian Bisa Lebih Sulit Terpenuhi

Sarapan dapat menjadi sumber protein, serat, kalsium, zat besi, vitamin, dan mineral. Jika seseorang sering melewatkannya, kesempatan untuk memperoleh nutrisi tersebut menjadi lebih sedikit.

Dampaknya bergantung pada makanan yang dikonsumsi sepanjang hari. Orang yang mendapatkan nutrisi cukup dari makan siang, makan malam, dan camilan bergizi tidak otomatis mengalami kekurangan gizi hanya karena tidak sarapan.

Sebaliknya, jika kebiasaan melewatkan sarapan disertai pola makan yang tidak seimbang, kebutuhan nutrisi harian bisa lebih sulit dipenuhi. Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi anak-anak, remaja, ibu hamil, dan orang yang memiliki kebutuhan nutrisi tertentu.

6. Berat Badan Tidak Selalu Turun

Sebagian orang melewatkan sarapan dengan harapan dapat menurunkan berat badan. Strategi ini memang mengurangi satu kesempatan makan, tetapi hasil akhirnya tetap bergantung pada jumlah energi yang dikonsumsi sepanjang hari dan energi yang digunakan tubuh.

Jika seseorang makan lebih banyak pada siang atau malam hari untuk mengganti makanan yang dilewatkan, pengurangan kalori tersebut mungkin tidak terjadi. Sebaliknya, sebagian orang dapat mempertahankan pola makan yang sesuai dengan kebutuhan meskipun tidak sarapan.

Karena itu, tidak tepat jika menyimpulkan bahwa melewatkan sarapan pasti menyebabkan kenaikan berat badan atau selalu menghambat penurunan berat badan. Penelitian mengenai hubungan sarapan dan berat badan menunjukkan hasil yang beragam, sehingga pola makan secara keseluruhan tetap menjadi faktor penting.

Apakah Melewatkan Sarapan Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit?

Sejumlah penelitian menemukan hubungan antara kebiasaan melewatkan sarapan dan risiko masalah kesehatan tertentu, termasuk penyakit kardiovaskular. Namun, hubungan tersebut tidak selalu membuktikan bahwa melewatkan sarapan secara langsung menyebabkan penyakit.

Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Endocrinology pada 2023 menemukan bahwa melewatkan sarapan dapat menurunkan berat badan dalam jumlah kecil, tetapi juga dikaitkan dengan peningkatan kolesterol LDL atau kolesterol yang sering disebut kolesterol jahat dalam uji klinis yang dianalisis.

Penelitian tersebut juga menegaskan bahwa jumlah uji klinis yang tersedia masih terbatas. Karena itu, hasilnya perlu ditafsirkan secara hati-hati dan tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa setiap orang yang tidak sarapan akan mengalami penyakit jantung.

Faktor lain, seperti kebiasaan merokok, aktivitas fisik, kualitas makanan, durasi tidur, dan kondisi kesehatan, juga dapat memengaruhi risiko penyakit. Kebiasaan melewatkan sarapan perlu dinilai sebagai bagian dari pola hidup secara keseluruhan.

Cara Mengatasi Kebiasaan Malas Sarapan

Jika sering melewatkan sarapan karena terburu-buru atau tidak memiliki nafsu makan pada pagi hari, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dicoba.

1. Mulai dengan Porsi Kecil

Tidak perlu memaksakan diri mengonsumsi makanan dalam jumlah besar. Mulailah dengan porsi kecil yang mudah dimakan, kemudian sesuaikan dengan kebutuhan dan toleransi tubuh.

Pilihan seperti telur, roti gandum, oatmeal, atau buah dapat menjadi alternatif praktis. Jika tidak nyaman makan segera setelah bangun tidur, sebagian orang dapat mencoba sarapan sedikit lebih lambat selama kebutuhan makan dan kondisi kesehatannya memungkinkan.

2. Siapkan Makanan Sejak Malam

Persiapan sederhana dapat membantu mengurangi alasan untuk melewatkan sarapan. Siapkan bahan makanan atau menu praktis pada malam sebelumnya agar tidak perlu menghabiskan banyak waktu saat pagi hari.

Tags :
Kategori :

Terkait