Namun, situasinya berbeda bagi orang yang memiliki diabetes atau menggunakan obat penurun gula darah tertentu. Menunda atau melewatkan makan dapat meningkatkan risiko hipoglikemia, yaitu kondisi ketika kadar gula darah turun terlalu rendah, terutama jika obat tetap digunakan tanpa penyesuaian yang tepat.
Gejalanya dapat berupa gemetar, berkeringat, pusing, jantung berdebar, atau kebingungan. Orang yang menggunakan insulin atau obat diabetes tertentu sebaiknya mengikuti jadwal makan dan petunjuk tenaga kesehatan, bukan melewatkan sarapan tanpa pertimbangan medis.
5. Kebutuhan Nutrisi Harian Bisa Lebih Sulit Terpenuhi
Sarapan dapat menjadi sumber protein, serat, kalsium, zat besi, vitamin, dan mineral. Jika seseorang sering melewatkannya, kesempatan untuk memperoleh nutrisi tersebut menjadi lebih sedikit.
Dampaknya bergantung pada makanan yang dikonsumsi sepanjang hari. Orang yang mendapatkan nutrisi cukup dari makan siang, makan malam, dan camilan bergizi tidak otomatis mengalami kekurangan gizi hanya karena tidak sarapan.
Sebaliknya, jika kebiasaan melewatkan sarapan disertai pola makan yang tidak seimbang, kebutuhan nutrisi harian bisa lebih sulit dipenuhi. Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi anak-anak, remaja, ibu hamil, dan orang yang memiliki kebutuhan nutrisi tertentu.
6. Berat Badan Tidak Selalu Turun
Sebagian orang melewatkan sarapan dengan harapan dapat menurunkan berat badan. Strategi ini memang mengurangi satu kesempatan makan, tetapi hasil akhirnya tetap bergantung pada jumlah energi yang dikonsumsi sepanjang hari dan energi yang digunakan tubuh.
Jika seseorang makan lebih banyak pada siang atau malam hari untuk mengganti makanan yang dilewatkan, pengurangan kalori tersebut mungkin tidak terjadi. Sebaliknya, sebagian orang dapat mempertahankan pola makan yang sesuai dengan kebutuhan meskipun tidak sarapan.
Karena itu, tidak tepat jika menyimpulkan bahwa melewatkan sarapan pasti menyebabkan kenaikan berat badan atau selalu menghambat penurunan berat badan. Penelitian mengenai hubungan sarapan dan berat badan menunjukkan hasil yang beragam, sehingga pola makan secara keseluruhan tetap menjadi faktor penting.