Mengapa Eksim Bisa Kambuh Berulang Kali meski Sudah Diobati?
Eksim, Image: Kambopics.com / Pexels--
riau.disway.id - Eksim merupakan kondisi peradangan kulit yang dapat menyebabkan gatal, kemerahan, kulit kering, bersisik, hingga pecah-pecah. Salah satu masalah yang sering dialami penderitanya adalah gejala yang kembali muncul meskipun sebelumnya sudah menjalani pengobatan dan kondisi kulit sempat membaik.
Eksim yang kambuh tidak selalu berarti pengobatan sebelumnya gagal. Pada jenis eksim tertentu, terutama dermatitis atopik, peradangan dapat mereda untuk sementara waktu, tetapi kerentanan kulit terhadap iritasi dan pemicu lain masih bertahan. Karena itu, memahami penyebab kekambuhan menjadi bagian penting dalam mengendalikan kondisi ini.
Mengapa Eksim Bisa Kambuh Berulang Kali?
1. Pelindung Alami Kulit Belum Pulih Sepenuhnya
Salah satu alasan utama eksim mudah kambuh adalah gangguan pada lapisan pelindung kulit. Dalam kondisi normal, lapisan terluar kulit membantu mempertahankan kelembapan sekaligus melindungi tubuh dari bahan iritan, alergen, dan mikroorganisme.
Pada penderita eksim, fungsi pelindung tersebut dapat terganggu. Air lebih mudah menguap dari permukaan kulit sehingga kulit menjadi kering, sedangkan zat yang seharusnya tidak mudah masuk dapat menembus lapisan kulit dan memicu peradangan.
Obat yang digunakan dapat membantu meredakan kemerahan dan gatal. Namun, kulit tetap membutuhkan perawatan berkelanjutan untuk menjaga kelembapan dan memperkuat fungsi pelindungnya. Jika perawatan dihentikan begitu gejala membaik, kekeringan dan iritasi dapat kembali memicu kekambuhan.
2. Masih Terpapar Pemicu Eksim
Eksim dapat dipicu atau diperburuk oleh berbagai faktor yang berbeda pada setiap orang. Pemicu tersebut tidak selalu berupa alergen tertentu, tetapi juga bisa berasal dari aktivitas sehari-hari.
Beberapa faktor yang dapat memperburuk gejala eksim meliputi sabun dengan bahan keras, deterjen, parfum, keringat, gesekan pakaian, udara kering, serta perubahan suhu. Pada sebagian orang, stres juga dapat memperparah rasa gatal dan peradangan kulit.
Paparan pemicu yang terus berulang membuat kulit sulit mempertahankan kondisinya meskipun pengobatan telah membantu meredakan gejala sebelumnya. Misalnya, seseorang mungkin merasa kulitnya sudah membaik, tetapi kembali mengalami gatal setelah menggunakan produk pembersih yang mengiritasi kulit.
Mengenali pemicu pribadi dapat membantu mengurangi frekuensi kekambuhan. Namun, tidak semua faktor yang dianggap sebagai pemicu benar-benar berpengaruh pada setiap penderita, sehingga pengamatan terhadap pola gejala tetap diperlukan.
3. Pengobatan Hanya Meredakan Gejala Saat Kambuh
Penanganan eksim bertujuan mengendalikan peradangan, mengurangi rasa gatal, dan menjaga kondisi kulit agar tetap stabil. Akan tetapi, eksim tertentu merupakan penyakit peradangan kronis yang dapat mengalami periode membaik dan memburuk.
Krim atau salep antiradang, termasuk kortikosteroid topikal, dapat diresepkan untuk mengendalikan peradangan saat eksim kambuh. Pelembap juga berperan penting dalam menjaga kelembapan kulit dan mendukung fungsi pelindungnya.
Ketika gejala menghilang, sebagian penderita menganggap seluruh masalah telah selesai dan menghentikan perawatan kulit. Padahal, kebutuhan untuk menjaga kelembapan kulit dapat berlangsung lebih lama daripada masa pengobatan untuk meredakan peradangan.
Meski demikian, penggunaan obat tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Jenis obat, kekuatan sediaan, lokasi pemakaian, dan durasi pengobatan perlu disesuaikan dengan kondisi pasien serta petunjuk dokter.
4. Kebiasaan Menggaruk Memperburuk Peradangan
Rasa gatal merupakan salah satu gejala eksim yang paling mengganggu. Menggaruk memang dapat memberikan kelegaan sesaat, tetapi tindakan tersebut bisa merusak lapisan kulit dan memperparah peradangan.
Sumber: