Pastikan file yang dipindahkan sudah bisa dibuka dari lokasi baru sebelum salinan di laptop dihapus. Kebiasaan ini membantu menjaga keamanan data sekaligus memberikan ruang kerja yang lebih lega bagi sistem.
Kurangi Tab Browser dan Ekstensi yang Tidak Penting
Browser merupakan salah satu penyebab laptop terasa berat, terutama saat banyak tab dibuka bersamaan. Tab yang memutar video, menampilkan iklan, membuka dokumen daring, atau menjalankan aplikasi berbasis web dapat memakai RAM secara terus-menerus.
Tutup tab yang sudah tidak relevan dan simpan halaman penting sebagai bookmark. Selain itu, periksa ekstensi browser. Ekstensi yang tidak pernah digunakan sebaiknya dinonaktifkan atau dihapus karena beberapa di antaranya tetap berjalan di latar belakang.
Jika laptop kembali lancar setelah browser ditutup, masalahnya kemungkinan besar berkaitan dengan penggunaan RAM atau beban tab yang berlebihan.
Atur Aktivitas Aplikasi di Latar Belakang
Sebagian aplikasi tetap melakukan aktivitas walaupun tidak sedang dibuka. Misalnya, aplikasi dapat menyinkronkan data, memeriksa pembaruan, menampilkan notifikasi, atau mengirim informasi penggunaan.
Pada Windows 11, buka Settings, Apps, lalu Installed Apps. Cari aplikasi yang ingin diatur, pilih Advanced Options, kemudian ubah izin Background App Permissions menjadi Never bila aplikasi tersebut tidak perlu aktif di belakang layar.
Tidak semua aplikasi harus dibatasi. Aplikasi email, layanan sinkronisasi dokumen, atau program keamanan mungkin tetap perlu berjalan agar fungsinya tidak terganggu. Pilih hanya aplikasi yang benar-benar jarang dipakai.
Perbarui Windows dan Driver
Pembaruan Windows tidak hanya berkaitan dengan keamanan. Pembaruan juga dapat membawa perbaikan bug, peningkatan stabilitas, dan dukungan yang lebih baik terhadap perangkat keras.
Buka Settings, pilih Windows Update, lalu tekan Check for Updates. Jika tersedia pembaruan, pasang setelah pekerjaan penting disimpan.
Driver juga dapat memengaruhi performa, terutama driver grafis, jaringan, dan penyimpanan. Gunakan pembaruan yang disediakan Windows Update atau situs resmi produsen laptop. Hindari mengunduh driver dari situs yang tidak jelas karena berisiko membawa aplikasi tambahan atau malware.
Jalankan Pemindaian Keamanan
Laptop yang mendadak lambat, sering membuka jendela aneh, atau memakai internet secara tidak wajar perlu diperiksa dari kemungkinan malware. Program berbahaya dapat mengonsumsi CPU dan penyimpanan tanpa disadari pengguna.
Buka Windows Security, pilih Virus & Threat Protection, lalu jalankan Quick Scan. Jika gejalanya masih berlanjut, lakukan pemindaian lebih menyeluruh.
Tidak perlu memasang banyak antivirus sekaligus. Dua aplikasi keamanan yang menjalankan perlindungan waktu nyata dapat saling mengganggu dan justru menambah beban laptop.
Pilih Mode Daya yang Tepat
Mode hemat daya memang dapat membantu memperpanjang baterai, tetapi performa prosesor bisa menjadi lebih terbatas. Saat laptop dipakai untuk mengedit video, membuka banyak dokumen, atau menjalankan aplikasi berat, pilih mode daya yang lebih tinggi.
Buka Settings, System, lalu Power & Battery. Pada Power Mode, pilih Best Performance bila opsi tersedia.
Mode ini dapat membuat laptop lebih responsif, tetapi konsumsi daya meningkat dan suhu perangkat bisa lebih tinggi. Gunakan saat laptop terhubung ke charger atau ketika performa benar-benar dibutuhkan.