BPBD Inhil Bangun Parit Lintang dan Normalisasi Parit Cegah Karhutla Susulan

BPBD Inhil Bangun Parit Lintang dan Normalisasi Parit Cegah Karhutla Susulan

Satu unit alat berat sedang membuat parit lintang atau canal blocking sepanjang 600 meter di area bekas karhutla Sungai Beringin.-Dok. Istimewa-

INHIL, DISWAY.ID -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bersama tim gabungan terus memaksimalkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan. Langkah ini diambil agar peristiwa kebakaran yang sempat melanda kawasan tersebut tidak kembali terulang.

Salah satu fokus utama yang tengah dikerjakan adalah pembuatan parit lintang atau canal blocking sepanjang 600 meter. Parit tersebut dibuat dengan lebar sekitar satu meter dan kedalaman dua meter di area sekitar lokasi bekas kebakaran.

Langkah pembuatan parit lintang ini dinilai sangat krusial mengingat kondisi lahan bekas kebakaran masih mengeluarkan asap tipis dari dalam tanah gambut. Pembuatan penyekat ini difungsikan untuk memutus dan memblokir pergerakan titik api agar tidak terus menjalar.

BACA JUGA:Polres Bengkalis Musnahkan Narkoba Rp80 Miliar, 279 Ribu Jiwa Terselamatkan

Kepala BPBD Inhil, R Arliansyah, menyampaikan meskipun kobaran api utama sudah berhasil dipadamkan, potensi kemunculan api kembali tetap perlu diwaspadai. 

"Pengerjaan parit lintang ini sendiri sudah berjalan sejak 6 September lalu dengan mengerahkan satu unit alat berat milik Dinas Pertanian Pemkab Inhil," ujarnya Rabu (9/9/2026).

Selain memblokir pergerakan api, BPBD Inhil juga melakukan normalisasi saluran air, khususnya di Parit 18 dan Parit 19 yang menjadi lokasi terdampak karhutla. Pengerukan dan pembersihan parit dilakukan guna mempermudah akses pasokan air bagi tim di lapangan.

"Normalisasi tersebut bertujuan untuk membasahi kembali kawasan lahan gambut serta mempermudah pendistribusian air. Langkah pembasahan ulang ini penting dilakukan agar material gambut di bawah permukaan tanah tidak lagi memicu timbulnya titik api baru," jelasnya.

BACA JUGA:Tak Jago Coding? Ini Cara Membuat Aplikasi dari Ide Sederhana

Hingga saat ini, sejumlah personel BPBD masih disiagakan di lokasi kejadian guna mengantisipasi kemungkinan timbulnya kebakaran susulan. Berbagai peralatan dan armada pemadaman juga tetap disiagakan penuh di area tersebut.

Peristiwa karhutla di Kelurahan Sungai Beringin ini sendiri diketahui telah berlangsung sejak 27 Agustus 2026 lalu dan menghanguskan area semak belukar, hutan, hingga perkebunan warga. 

"Karakteristik lahan gambut yang kering serta minimnya sumber air sempat menjadi kendala utama bagi tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan Damkar Inhil saat memadamkan api," pungkasnya.

Sumber: