Jorge Martin Dihukum Double Long Lap, Aprilia Sebut Sanksi Bisa Lebih Berat

Jorge Martin Dihukum Double Long Lap, Aprilia Sebut Sanksi Bisa Lebih Berat

Crash Balaton, Image: @motogp / Instagram--

riau.disway.id - CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menilai hukuman yang diterima Jorge Martin setelah insiden di MotoGP Hungaria 2026 masih bisa dibuat lebih berat. Pernyataan tersebut muncul setelah sang pembalap memicu kecelakaan yang melibatkan beberapa rider pada tikungan pertama balapan utama di Sirkuit Balaton Park.

Martin kehilangan kendali saat melakukan pengereman menuju Tikungan 1 dan kemudian menabrak sejumlah pembalap lain. Salah satu korban dalam insiden tersebut adalah rekan setimnya sendiri di Aprilia, Marco Bezzecchi, yang saat ini memimpin klasemen sementara MotoGP 2026.

Sesuai regulasi yang berlaku untuk pelanggaran pertama dalam musim ini pada lap pembuka balapan, Martin dijatuhi hukuman double long lap penalty yang harus dijalankan pada grand prix berikutnya. Menariknya, hukuman serupa juga pernah diterimanya setelah menyebabkan kecelakaan pada lap pertama MotoGP Jepang musim lalu.

Meski bersyukur tidak ada pembalap yang mengalami cedera serius, Rivola mengaku kesulitan menerima kesalahan yang dilakukan juara dunia MotoGP tersebut.

"Pertama-tama, saya meminta maaf kepada semua pembalap yang terlibat dalam kecelakaan itu. Kedua, ini adalah hari yang beruntung karena jika melihat bagaimana kecelakaan tersebut terjadi, akibatnya bisa jauh lebih buruk bagi semua orang," ujar Rivola.

Menurutnya, Martin langsung menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak yang terdampak. Namun, hal tersebut tidak mengubah fakta bahwa insiden tersebut sangat mengecewakan.

Rivola bahkan menilai seorang juara dunia seharusnya mampu menghindari kesalahan seperti yang terjadi di Hungaria.

"Saya pikir seorang juara dunia tidak seharusnya melakukan kesalahan seperti itu. Namun semuanya sudah terjadi dan ini menjadi pelajaran lain baginya," kata Rivola.

Ia juga membandingkan insiden terbaru tersebut dengan kecelakaan yang pernah dibuat Martin di Motegi pada musim sebelumnya. Menurut Rivola, karakter kedua kecelakaan itu berbeda.

Di Jepang, Martin dianggap terlalu optimistis saat mencoba mengambil posisi. Sementara di Hungaria, kesalahan lebih disebabkan oleh cara mengelola pengereman depan yang tidak tepat pada bagian lintasan yang salah.

Selain Bezzecchi, kecelakaan tersebut juga menyeret Raul Fernandez, Fermin Aldeguer, dan Fabio Di Giannantonio.

Ketika ditanya mengenai hukuman yang dijatuhkan steward, Rivola mengaku tidak akan keberatan apabila Martin menerima sanksi yang lebih keras.

"Jika berbicara soal keselamatan, saya tidak akan tidak setuju apabila hukumannya dibuat lebih berat. Tikungan pertama sangat berbahaya dan para pembalap sudah mengambil risiko besar di sepanjang balapan. Menambah risiko yang tidak perlu bukanlah hal yang dibutuhkan," tegasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Aprilia menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama, bahkan ketika pembalap yang terlibat adalah salah satu aset terbesar tim.

Meski kehilangan poin akibat insiden tersebut, posisi Martin dalam perebutan gelar dunia belum sepenuhnya aman. Keunggulan Bezzecchi di puncak klasemen masih bertahan 20 poin atas Martin. Namun, kemenangan ganda Marc Marquez pada Sprint Race dan grand prix membuat juara bertahan Ducati itu memangkas jarak secara signifikan dalam persaingan gelar MotoGP 2026.

Penutup

Insiden di MotoGP Hungaria kembali memunculkan perdebatan mengenai standar hukuman untuk kecelakaan pada lap pertama. Meski Jorge Martin hanya menerima double long lap penalty sesuai regulasi yang berlaku, Aprilia melalui Massimo Rivola menilai sanksi yang lebih berat juga dapat dibenarkan demi menjaga keselamatan seluruh pembalap di lintasan. Dengan persaingan gelar yang semakin ketat, setiap kesalahan kini berpotensi memberikan dampak besar terhadap jalannya musim.

Referensi:

  • Crash.net — "Rivola would not disagree with harsher Jorge Martin MotoGP penalty"

Sumber: