Diggia Desak MotoGP Ubah Aturan Start

Diggia Desak MotoGP Ubah Aturan Start

Crash Balaton, Image: @motogp / Instagram--

riau.disway.id - Fabio Di Giannantonio menyerukan perubahan pada prosedur start MotoGP setelah menjadi salah satu korban kecelakaan besar yang terjadi di tikungan pertama GP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park. Pembalap Pertamina VR46 Ducati itu menilai situasi saat start balapan sudah terlalu berbahaya dan membutuhkan tindakan nyata dari pihak penyelenggara.

Insiden yang melibatkan beberapa pembalap tersebut terjadi sesaat setelah lampu start padam. Jorge Martin kehilangan kendali saat pengereman menuju tikungan pertama dan menabrak Marco Bezzecchi. Benturan itu memicu kecelakaan beruntun yang juga menyeret Di Giannantonio, Fermin Aldeguer, dan Raul Fernandez.

Meski seluruh pembalap lolos tanpa cedera serius, kecelakaan tersebut kembali memunculkan perdebatan mengenai keselamatan pada lap pembuka MotoGP.

Diggia Soroti Risiko yang Terus Berulang

Di Giannantonio mengaku lega karena tidak ada pembalap yang mengalami cedera parah. Namun menurutnya, keberuntungan tidak bisa selalu menjadi andalan ketika insiden serupa terus terjadi.

Pembalap Italia itu menilai para rider saat ini terlalu sering mengambil risiko besar demi mendapatkan posisi saat memasuki tikungan pertama. Akibatnya, kesalahan kecil dari satu pembalap bisa berdampak besar bagi banyak rider lainnya.

"Yang terpenting, saya berharap semua orang baik-baik saja," ujar Di Giannantonio.

"Tetapi apa pun yang terjadi, kami harus mencegah hal seperti ini terulang lagi."

Menurut Diggia, risiko yang diambil saat start tidak lagi hanya menyangkut peluang kehilangan posisi atau mengalami kecelakaan sendiri.

"Kami tidak hanya mempertaruhkan diri sendiri. Kami juga mempertaruhkan keselamatan pembalap lain."

Ia bahkan mengakui bahwa kekhawatiran soal keselamatan kini menjadi bagian dari pikirannya sebelum balapan dimulai.

"Saya pikir gila jika saya harus berdoa sebelum balapan, bukan agar menjalani balapan yang bagus, tetapi agar bisa selamat setelah tikungan pertama."

MotoGP Diminta Bertindak Lebih Tegas

Bagi Di Giannantonio, insiden di Hungaria menunjukkan bahwa MotoGP perlu mengambil langkah yang lebih tegas untuk mengurangi risiko kecelakaan pada lap pembuka.

Ia menyatakan bahwa hukuman terhadap pembalap yang menyebabkan insiden memang penting, tetapi langkah pencegahan harus menjadi prioritas utama.

Jorge Martin sendiri telah dijatuhi hukuman double long lap penalty setelah dinyatakan bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut.

Namun Diggia menilai perubahan yang lebih mendasar mungkin diperlukan jika MotoGP ingin benar-benar meningkatkan keselamatan para rider.

"Jika kami tidak memahami masalah ini melalui hukuman yang baik, mungkin kami harus memahaminya melalui hukuman yang lebih berat."

Menurutnya, tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan yang membahayakan keselamatan sesama pembalap.

Format Grid Baru Jadi Opsi

MotoGP saat ini diketahui sedang mengevaluasi sejumlah opsi untuk meningkatkan keselamatan saat start balapan. Salah satu usulan yang mulai mendapat perhatian adalah mengubah susunan grid dari tiga pembalap per baris menjadi dua pembalap per baris seperti yang digunakan Formula 1.

Di Giannantonio melihat gagasan tersebut sebagai langkah yang layak dipertimbangkan.

Menurutnya, jarak yang lebih besar antar motor dapat mengurangi peluang terjadinya kontak ketika seluruh pembalap berebut posisi menuju tikungan pertama.

Selain itu, keuntungan yang diperoleh dari manuver berisiko juga akan menjadi lebih kecil.

"Jika ada lebih banyak ruang, mungkin risikonya tidak sepadan hanya untuk mendapatkan satu atau dua posisi."

"Apa pun yang bisa menciptakan lebih banyak ruang, tentu akan lebih baik."

Tetap Tampil Kompetitif

Meski terjebak dalam kecelakaan lap pertama, Di Giannantonio masih mampu melanjutkan balapan dan menunjukkan kecepatan yang kompetitif.

Ia akhirnya finis di posisi kesepuluh setelah melakukan recovery yang cukup impresif. Namun pembalap VR46 Ducati itu merasa hasil akhir tersebut tidak mencerminkan potensi sebenarnya yang ia miliki sepanjang akhir pekan.

Menurut Diggia, kecepatannya setelah kembali ke lintasan menunjukkan bahwa peluang meraih podium sebenarnya terbuka.

"Jika melihat balapan setelah lap kedua, itu sebenarnya balapan yang bagus."

"Kecepatan saya sangat baik dan podium mungkin saja bisa diraih."

Meski kehilangan banyak poin di Hungaria, Di Giannantonio tetap bertahan di posisi ketiga klasemen sementara MotoGP 2026 dan masih berada dalam persaingan papan atas.

Penutup

Kecelakaan besar di tikungan pertama GP Hungaria kembali menjadi alarm bagi MotoGP mengenai pentingnya keselamatan saat start. Fabio Di Giannantonio, yang menjadi salah satu korban dalam insiden tersebut, menilai bahwa perubahan tidak bisa lagi ditunda.

Dengan berbagai usulan yang tengah dibahas, termasuk perubahan format grid, MotoGP kini menghadapi tantangan untuk menemukan solusi yang mampu menjaga intensitas balapan tanpa mengorbankan keselamatan para pembalap. Bagi Diggia, tujuan utamanya sederhana: setiap rider harus memiliki kesempatan yang sama untuk pulang dengan selamat setelah balapan berakhir.

Referensi:

 

  • Crash.net — "Diggia: 'I pray to be safe at Turn 1' in MotoGP, 'completely unacceptable'"

Sumber: