Australia Luncurkan Program Buyback Senjata Api, Nilainya hingga A$10.000
Program Buyback Senjata di Australia, Image: DALLĀ·E 3--
Sumber:
Program Buyback Senjata di Australia, Image: DALLĀ·E 3--
Program tersebut diluncurkan di New South Wales (NSW), negara bagian dengan jumlah penduduk terbesar di Australia. Pemilik senjata api yang terdampak perubahan aturan akan diberikan kesempatan untuk menyerahkan senjata mereka kepada pemerintah dengan memperoleh kompensasi.
Nilai kompensasi berbeda berdasarkan jenis dan nilai senjata. Untuk kategori tertentu, pembayaran mencapai A$1.000 atau sekitar Rp12,6 juta. Sementara senjata api bernilai tinggi yang masuk tahap kedua dapat memperoleh kompensasi maksimal A$10.000 atau sekitar Rp126 juta.
Program buyback di NSW dijadwalkan dimulai pada 2 November 2026. Pelaksanaannya menjadi bagian dari perubahan besar aturan kepemilikan senjata api yang diperkenalkan setelah serangan Bondi Beach pada Desember 2025.
Pemerintah Australia sebelumnya telah berjanji melakukan reformasi menyeluruh terhadap aturan senjata api setelah 15 orang tewas dalam serangan ketika perayaan Hanukkah berlangsung di dekat Bondi Beach.
Program tersebut akan dijalankan dalam dua tahap.
Tahap pertama mencakup sejumlah jenis handgun, shotgun, dan rifle. Pemilik senjata yang tidak lagi memenuhi aturan kepemilikan dapat menyerahkan senjata tersebut dan memperoleh kompensasi sesuai kategori.
Tahap kedua akan dimulai pada awal 2027 dan mencakup senjata api bernilai lebih tinggi.
Pemerintah tidak menetapkan satu harga yang sama untuk seluruh senjata api.
Revolver, misalnya, akan mendapatkan kompensasi hingga A$1.000. Dengan kurs sekitar Rp12.600 per dolar Australia, nilainya setara kurang lebih Rp12,6 juta.
Sementara itu, air rifle berada pada kisaran A$450 atau sekitar Rp5,7 juta.
Untuk senjata api bernilai tinggi, pemerintah menyiapkan kompensasi hingga A$10.000. Dengan kurs yang sama, batas tersebut setara sekitar Rp126 juta.
Namun, A$10.000 merupakan batas maksimal untuk kategori tertentu. Angka tersebut bukan berarti setiap pemilik senjata akan menerima pembayaran sebesar itu.
Senjata yang memiliki nilai di atas A$3.000 akan masuk dalam kategori tahap kedua, dengan kompensasi maksimal yang ditetapkan mencapai A$10.000.
Program buyback tersebut berkaitan langsung dengan perubahan aturan kepemilikan senjata di NSW.
Berdasarkan aturan baru, individu pada umumnya hanya diperbolehkan memiliki maksimal empat senjata api.
Pengecualian berlaku untuk kelompok tertentu. Petani dan penembak olahraga, misalnya, dapat memiliki hingga 10 senjata berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Perubahan tersebut membuat sebagian pemilik senjata memiliki jumlah senjata yang melebihi batas baru.
Program buyback kemudian memberikan jalan bagi mereka untuk menyerahkan senjata yang tidak lagi diperbolehkan, sekaligus mendapatkan kompensasi dari pemerintah.
Selain membatasi jumlah senjata, pemerintah NSW juga memperketat aturan terkait izin kepemilikan.
Masa berlaku sejumlah izin dipangkas dari lima tahun menjadi dua tahun. Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pengawasan terhadap pemilik senjata api.
Pemerintah juga menargetkan senjata yang berada di tangan orang yang tidak lagi memenuhi persyaratan izin.
Dengan kombinasi pembatasan jumlah, perubahan persyaratan izin, dan program buyback, pemerintah berharap jumlah senjata yang beredar di masyarakat dapat dikurangi.
Skala program tersebut cukup besar. Pemerintah NSW memperkirakan ratusan ribu senjata api dapat diserahkan melalui program buyback.
Premier NSW Chris Minns mengatakan pemerintah ingin senjata yang sudah tidak sesuai dengan aturan baru dikembalikan, pemiliknya mendapatkan kompensasi, kemudian senjata tersebut dihancurkan secara aman.
Program ini dibiayai bersama oleh pemerintah NSW dan pemerintah federal Australia.
Pemerintah juga menyediakan dukungan bagi pelaku usaha yang terdampak perubahan regulasi. Bisnis tertentu dapat memperoleh bantuan hingga A$25.000 untuk membantu proses penyesuaian.
Dealer senjata juga akan mendapatkan dukungan dalam menghadapi perubahan aturan.
Perubahan aturan tersebut tidak dapat dilepaskan dari serangan yang terjadi di Bondi Beach pada 14 Desember 2025.
Sebanyak 15 orang tewas ketika perayaan Hanukkah berlangsung di kawasan tersebut. Korban termasuk seorang anak perempuan berusia 10 tahun dan seorang penyintas Holocaust.
Serangan tersebut kemudian mendorong pemerintah Australia mempercepat agenda reformasi senjata api.
Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan Australia perlu melakukan reformasi nasional untuk memastikan serangan antisemitik seperti tragedi Bondi tidak terulang.
Pemerintah Australia sebelumnya telah merencanakan program buyback secara nasional. Namun, pelaksanaannya sempat tertunda karena persoalan pendanaan dan mekanisme penerapan.
Kini NSW menjadi negara bagian pertama yang mulai menjalankan program tersebut.
Program terbaru ini bukan pengalaman pertama Australia menggunakan kebijakan pembelian kembali senjata.
Setelah pembantaian Port Arthur di Tasmania pada 1996 yang menewaskan 35 orang, Australia melakukan reformasi besar terhadap aturan senjata api dan menjalankan program buyback nasional.
Kebijakan tersebut kemudian menjadi salah satu contoh internasional mengenai pengendalian kepemilikan senjata.
Program terbaru memiliki latar belakang berbeda, tetapi kembali menggunakan prinsip yang sama, yaitu memberikan kompensasi kepada pemilik untuk menyerahkan senjata yang tidak lagi diperbolehkan atau tidak lagi dibutuhkan berdasarkan aturan baru.
Senjata yang dikumpulkan kemudian dikeluarkan dari peredaran dan dihancurkan.
Besarnya angka A$10.000 dapat menimbulkan kesan bahwa seluruh senjata dalam program tersebut memiliki nilai kompensasi yang sama.
Padahal, pemerintah menggunakan skema berdasarkan kategori.
Sebagian pemilik hanya akan memperoleh ratusan dolar Australia, sementara senjata tertentu mendapatkan kompensasi hingga A$1.000. Hanya kategori senjata bernilai tinggi pada tahap kedua yang memiliki batas maksimal A$10.000.
Karena itu, angka A$10.000 harus dipahami sebagai batas tertinggi program, bukan pembayaran standar bagi setiap pemilik senjata.
Australia meluncurkan program buyback senjata api di NSW sebagai bagian dari reformasi besar setelah tragedi Bondi Beach. Pemilik senjata yang terkena aturan baru dapat menyerahkan senjatanya kepada pemerintah dan menerima kompensasi sesuai kategori.
Nilainya bervariasi, mulai dari sekitar A$450 hingga maksimal A$10.000. Dengan kurs sekitar Rp12.600 per A$1, kompensasi tertinggi tersebut setara sekitar Rp126 juta.
Program ini sekaligus menunjukkan perubahan besar dalam kebijakan senjata api Australia. Pemerintah tidak hanya membatasi jumlah senjata yang boleh dimiliki, tetapi juga memberikan insentif finansial agar senjata yang tidak lagi memenuhi aturan dapat dikeluarkan dari peredaran.
Referensi:
BBC News, Australian state to begin gun buyback after Bondi Beach attack
Reuters, Australia gun buyback to start in November, PM Albanese says
The Guardian, NSW to begin Australia's biggest gun buyback in decades in wake of Bondi terror attack
Sumber: