Hamilton Minta Ferrari Berbenah Usai Drama dengan Leclerc di Monza

Hamilton Minta Ferrari Berbenah Usai Drama dengan Leclerc di Monza

Lewis Hamilton, Image: @lewishamilton / Instagram--

riau.disway.id - Lewis Hamilton meminta Ferrari memperbaiki cara tim mengatur persaingan internal setelah insiden dengan Charles Leclerc pada Formula 1 GP Italia 2026 di Sirkuit Monza. Balapan kandang Ferrari itu berubah menjadi akhir pekan yang mengecewakan setelah kedua pembalapnya terlibat kontak sejak Tikungan 1.

Hamilton dan Leclerc sama-sama memulai balapan dari baris kedua. Posisi tersebut sempat membuka harapan bagi Tifosi untuk melihat Ferrari menantang para pembalap terdepan. Namun, benturan di tikungan pertama membuat Hamilton keluar ke area gravel dan melorot ke posisi ke-10.

Sementara itu, Leclerc masih dapat melanjutkan balapan. Akan tetapi, pembalap asal Monako tersebut mengalami kecelakaan di Parabolica pada akhir putaran kedua dan harus mengakhiri balapannya lebih cepat. Ferrari pun kehilangan satu mobil dalam waktu singkat, sedangkan Hamilton harus berjuang keras untuk kembali ke posisi depan.

Hamilton Menuntut Perbaikan Komunikasi

Hamilton akhirnya menyelesaikan balapan di posisi keenam. Meski tetap membawa pulang poin, hasil itu jelas tidak cukup untuk memenuhi ambisi Ferrari di Monza, sirkuit yang memiliki arti sangat besar bagi tim asal Maranello tersebut.

Usai balapan, Hamilton menilai Ferrari harus memperbaiki komunikasi dan aturan ketika kedua pembalapnya bertarung di lintasan. Ia menyebut bahwa tim perlu memiliki ketentuan yang jelas agar persaingan tidak berkembang menjadi situasi yang justru merugikan Ferrari.

Menurut Hamilton, Mercedes memiliki aturan tertulis tentang cara dua pembalap bertarung pada masa ia membela tim tersebut. Ia menilai Ferrari belum memiliki pedoman serupa.

“Di sini, tidak ada aturan. Kami perlu membahasnya,” kata Hamilton.

Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa masalah Ferrari di Monza bukan hanya soal kontak antarpembalap. Tim juga dituntut mengevaluasi cara mengambil keputusan, menyampaikan instruksi, serta mengatur dua pembalap berstatus bintang yang sama-sama ingin meraih hasil terbaik.

Hamilton juga menilai Ferrari kerap kehilangan kesempatan akibat eksekusi yang tidak maksimal. Di GP Italia, ia tidak dipanggil masuk pit saat periode virtual safety car dan tetap menggunakan ban medium yang sudah tua. Keputusan tersebut membuat tugas Hamilton untuk mengejar posisi depan semakin sulit.

Ferrari Belum Tentukan Prioritas Pembalap

Masalah utama Ferrari kini bukan sekadar menentukan siapa yang lebih cepat. Leclerc dan Hamilton memiliki kemampuan, pengalaman, serta kepentingan besar dalam perjalanan tim pada musim ini.

Leclerc telah menjadi figur penting Ferrari dalam beberapa musim terakhir. Ia juga baru memperpanjang kontraknya dan dipandang sebagai salah satu pembalap yang diharapkan dapat mengembalikan Ferrari ke persaingan gelar dunia. Di sisi lain, Hamilton datang dengan status juara dunia tujuh kali serta target besar untuk menambah prestasinya bersama Scuderia.

Keberadaan dua pembalap elite dapat memberi Ferrari banyak keuntungan. Tim mempunyai dua mobil yang berpotensi mendulang poin besar, mengumpulkan data, dan menekan rival dalam balapan. Namun, kondisi ini juga membutuhkan pengelolaan yang sangat hati-hati.

Prinsipal Ferrari, Fred Vasseur, menilai belum tepat untuk menetapkan prioritas pembalap sebelum balapan di Monza. Ia mencontohkan situasi McLaren pada musim sebelumnya, ketika keputusan terlalu cepat untuk mendukung satu pembalap bisa memberikan keuntungan kepada pesaing dalam perburuan gelar.

Meski demikian, Ferrari tetap harus memiliki batas yang tegas. Menetapkan aturan duel tidak selalu sama dengan langsung menjadikan salah satu pembalap sebagai nomor satu. Aturan tersebut bisa mencakup ruang yang harus diberikan saat menyerang, cara menghindari kontak, serta keputusan ketika strategi kedua pembalap berbeda.

Risiko Konflik yang Makin Terbuka

Sumber: