David Alaba: Mimpi Besar Austria Pupus di Tangan Spanyol

David Alaba: Mimpi Besar Austria Pupus di Tangan Spanyol

Timnas Spanyol, Image: @sefutbol / Instagram--

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag

Filename: frontend/detail-artikel.php

Line Number: 121

Backtrace:

File: /var/www/html/riau.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 121
Function: array_multisort

File: /var/www/html/riau.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 359
Function: view

File: /var/www/html/riau.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once

riau.disway.id - Kapten timnas Austria, David Alaba, mengungkapkan kekecewaannya setelah timnya harus mengakhiri langkah di Piala Dunia 2026 usai kalah 0-3 dari Spanyol pada babak 32 besar. Menurutnya, kegagalan tersebut terasa sangat menyakitkan karena Austria datang ke turnamen dengan mimpi besar.

Alaba Akui Spanyol Tampil Lebih Baik

Austria sempat mampu mengimbangi permainan Spanyol pada awal pertandingan di Los Angeles Stadium. Namun, dominasi La Roja semakin terasa setelah mereka membuka keunggulan melalui Mikel Oyarzabal pada menit ke-36.

Oyarzabal kemudian mencetak gol keduanya pada menit ke-89, sementara Pedro Porro turut menyumbang satu gol untuk memastikan kemenangan 3-0 Spanyol sekaligus mengantarkan mereka ke babak 16 besar.

Alaba mengakui kualitas Spanyol menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.

"Selama 20 hingga 25 menit pertama kami bermain cukup baik. Namun setelah itu mereka mengubah sedikit cara bermain dan pertandingan menjadi jauh lebih sulit bagi kami. Mereka sangat kuat saat menguasai bola. Mereka memiliki banyak pemain berkualitas dan sangat berbahaya," ujar Alaba.

Kekalahan yang Sangat Menyakitkan

Meski kecewa, Alaba tetap mengapresiasi perjuangan seluruh pemain Austria sepanjang turnamen. Ia mengungkapkan suasana ruang ganti dipenuhi rasa sedih karena tim gagal mewujudkan target yang telah mereka impikan.

"Ada rasa hampa dan kesedihan dalam diri kami. Tentu saja kami sangat kecewa dan itulah suasana di ruang ganti. Namun kami juga harus bangga terhadap diri kami sendiri," kata Alaba.

Menurut bek berusia 34 tahun itu, kembali tampil di Piala Dunia merupakan pencapaian yang membanggakan bagi Austria. Namun, kegagalan melangkah lebih jauh tetap meninggalkan luka mendalam.

"Ini adalah momen yang istimewa karena kami kembali bermain di Piala Dunia. Namun kami adalah tim yang memiliki mimpi besar. Ketika mimpi itu tidak bisa diwujudkan, rasanya sangat menyakitkan," lanjutnya.

Austria Alihkan Fokus ke Masa Depan

Kekalahan dari Spanyol mengakhiri perjalanan Austria di Piala Dunia 2026. Meski demikian, Alaba berharap pengalaman tampil di turnamen terbesar sepak bola dunia dapat menjadi bekal berharga bagi tim untuk bangkit dan kembali bersaing pada ajang-ajang internasional berikutnya.

Sementara itu, Spanyol melaju ke babak 16 besar dengan penuh percaya diri setelah tampil dominan sepanjang pertandingan dan menjaga peluang mereka untuk terus melangkah di Piala Dunia 2026.

Referensi:

  • FIFA, "Dominant Spain Advance Past Austria"

Sumber: