Christian Horner Bongkar Penyebab Sebenarnya Mengapa Ia Dipecat dari Red Bull

Christian Horner Bongkar Penyebab Sebenarnya Mengapa Ia Dipecat dari Red Bull

Red Bull Racing, Image: @redbullracing / Instagram--

riau.disway.id - Christian Horner memberikan penjelasan yang lebih rinci atas pemecatannya dari Red Bull Racing yang mengejutkan publik. Pernyataan itu muncul setelah berbulan-bulan rumor beredar di media mengenai keterlibatan kubu Max Verstappen dalam keputusan tim. Menurut Horner sendiri, anggapan tersebut tidak berdasar dan tidak mencerminkan realitas di dalam manajemen tim.

Dalam sebuah wawancara, Horner menyatakan bahwa ia tidak pernah merasakan tekanan dari Max atau keluarganya yang mempengaruhi keputusan manajemen untuk memberhentikannya. Klarifikasi ini menjadi penutup atas spekulasi yang telah lama beredar di media global.

Keputusan Datang Secara Tak Terduga

Christian Horner memimpin Red Bull Racing selama hampir dua dekade, membawa tim menjadi kekuatan dominan di Formula 1. Namun, pada musim 2025, ia dikejutkan oleh keputusan manajemen untuk memberhentikannya sebagai team principal. Horner mengaku bahwa ia tidak diberi kesempatan untuk berpamitan secara layak kepada staf dan tim yang telah bekerja dengannya selama bertahun-tahun.

Ia mengatakan bahwa keputusan itu diambil secara mendadak oleh manajemen inti Red Bull, bukan atas dasar faktor eksternal seperti tekanan dari pembalap atau keluarga pembalap.

Perubahan Internal Red Bull Jadi Faktor Lebih Besar

Menurut Horner, yang menjadi penyebab utama pemecatannya adalah perubahan di dalam struktur organisasi Red Bull setelah kematian pendiri perusahaan, Dietrich Mateschitz. Ia menilai adanya pergeseran kebijakan dan arah tim yang membuat peran dan pengaruhnya dianggap “terlalu dominan”.

Horner juga menyebut bahwa keputusan tersebut melibatkan peran dari Oliver Mintzlaff selaku Managing Director Red Bull serta nasihat dari Helmut Marko yang menjadi figur senior dalam tim. Menurutnya, kedua tokoh ini lebih berperan dalam arah baru tim ketimbang faktor eksternal apa pun.

Horner Hadapi Tuduhan dan Investigasi

Sebelum pemecatannya, Horner juga menghadapi tuduhan pelecehan seksual yang menjadi sorotan publik pada awal 2024. Ia kemudian dinyatakan dua kali bebas dari tuduhan tersebut setelah melalui investigasi independen yang dipimpin oleh penasihat hukum eksternal.

Walaupun telah dibersihkan, situasi itu tetap memberi tekanan dan perhatian ekstra terhadap dirinya di mata publik. Namun, Horner menegaskan bahwa hal tersebut tidak menjadi alasan utama ia dipecat dari posisi puncak di Red Bull.

Dampak dan Warisan Horner di Red Bull

Christian Horner dikenal sebagai sosok yang membawa Red Bull dari tim papan tengah menjadi raksasa Formula 1. Di bawah kepemimpinannya, Red Bull berhasil meraih banyak gelar juara dunia untuk pembalap dan konstruktor. Perubahan besar ini menjadikannya salah satu team principal paling sukses dalam sejarah olahraga balap.

Meninggalkan tim bukan berarti menghapus prestasi yang telah ia capai. Horner masih dihormati di dunia balap, meskipun hubungan dengan manajemen Red Bull berakhir kurang mulus.

Menatap Masa Depan Setelah Red Bull

Dengan klarifikasi yang telah diberikan, Horner menegaskan bahwa pemecatannya bukan hasil tekanan dari kubu Verstappen, melainkan keputusan internal yang berakar pada perubahan struktur dan filosofi tim. Penjelasan ini menutup babak spekulasi dan memberi gambaran lebih jelas soal dinamika tim di balik layar.

Bagi banyak penggemar dan pakar Formula 1, langkah ini meningkatkan fokus pada manajemen tim dan bagaimana keputusan strategis di level atas bisa berdampak pada arah sebuah tim besar.

Sumber: