Batas Maksimal Pemain Pinjaman di Premier League yang Wajib Diketahui

Batas Maksimal Pemain Pinjaman di Premier League yang Wajib Diketahui

Tim Terkuat Liga Champions, Image: @arsenal / Instagram--

riau.disway.id - Premier League kini tidak lagi memberi ruang luas bagi klub untuk meminjamkan pemain secara masif. Jika satu dekade lalu peminjaman pemain kerap dijadikan strategi menumpuk aset, regulasi terbaru justru menempatkan batas yang jelas dan mengikat. Perubahan ini lahir dari evaluasi panjang terhadap dampak sistem lama yang dinilai menciptakan ketimpangan kompetisi.

Saat ini, setiap klub Premier League hanya diperbolehkan meminjamkan maksimal enam pemain senior ke klub luar negeri dalam satu waktu. Angka ini menjadi batas resmi yang berlaku aktif sepanjang musim, bukan per jendela transfer. Artinya, klub harus benar-benar selektif menentukan pemain mana yang dilepas sementara ke luar Inggris.

Kebijakan ini menutup praktik lama yang memungkinkan klub besar “menyimpan” puluhan pemain di berbagai liga. Musim 2016–2017 sering dijadikan contoh ekstrem, ketika satu klub Inggris mencatat lebih dari 30 pemain keluar sebagai pemain pinjaman. Situasi tersebut menimbulkan kritik luas karena pemain dianggap kehilangan kepastian karier dan liga lain menjadi tempat parkir sementara.

Batasan Tambahan untuk Satu Klub Tujuan

Premier League tidak hanya mengatur jumlah total pemain yang dipinjamkan, tetapi juga membatasi distribusinya. Setiap klub hanya boleh meminjamkan maksimal tiga pemain ke klub yang sama di negara lain dalam waktu bersamaan. Aturan ini dirancang untuk mencegah dominasi terselubung, di mana satu klub dapat memengaruhi performa klub lain melalui kehadiran banyak pemain pinjaman.

Dalam konteks kompetisi Eropa yang semakin terintegrasi, pembatasan ini juga menjadi bentuk perlindungan terhadap integritas liga domestik dan internasional. Klub tujuan diharapkan tetap membangun tim berdasarkan kebutuhan sendiri, bukan bergantung pada suplai pemain dari satu klub tertentu.

Peminjaman dan Kepemilikan Multi-Klub

Isu peminjaman pemain tidak bisa dilepaskan dari maraknya model kepemilikan multi-klub. Sejumlah klub Premier League diketahui memiliki keterkaitan kepemilikan dengan klub lain di Eropa maupun luar benua. Kondisi ini memicu kekhawatiran soal potensi konflik kepentingan, terutama dalam urusan transfer dan peminjaman pemain.

Pada November 2023, Premier League sempat mengajukan pemungutan suara untuk melarang sementara peminjaman pemain antar klub yang berada di bawah kepemilikan yang sama. Dua belas klub menyatakan dukungan, namun jumlah tersebut masih belum mencapai ambang dua pertiga mayoritas yang disyaratkan. Dengan demikian, larangan tersebut tidak berlaku.

Meski begitu, kegagalan usulan tersebut tidak serta-merta membuka keran bebas. Peminjaman antar klub dalam jaringan kepemilikan yang sama tetap tunduk pada batas enam pemain senior dan aturan distribusi lainnya. Liga juga menegaskan akan terus memantau praktik ini untuk mencegah penyalahgunaan regulasi.

Aturan Ketat Antar Klub Premier League

Untuk peminjaman di dalam Premier League sendiri, pembatasannya jauh lebih ketat dibanding peminjaman ke luar negeri. Setiap klub hanya diperbolehkan merekrut maksimal dua pemain pinjaman dari sesama klub Premier League dalam satu waktu.

Dalam satu musim, jumlah total pemain pinjaman dari sesama klub Premier League dibatasi maksimal empat orang. Skema ini biasanya dibagi rata per jendela transfer, dua pemain pada paruh pertama musim dan dua pada paruh kedua, tanpa tumpang tindih. Jika status pemain pinjaman berubah menjadi transfer permanen di tengah musim, maka status pinjamannya tidak lagi dihitung dalam kuota.

Terdapat pengecualian penting dalam aturan ini. Pemain berusia 21 tahun ke bawah dan pemain binaan klub tidak masuk dalam perhitungan batas tersebut. Kebijakan ini menunjukkan bahwa Premier League tetap memberi ruang besar bagi pengembangan talenta muda, sekaligus membedakan antara strategi pembinaan dan manuver kompetitif jangka pendek.

Premier League juga melarang klub meminjamkan pemain yang baru direkrut ke klub Premier League lain dalam jendela transfer yang sama. Aturan ini mencegah praktik perekrutan instan yang hanya bertujuan memutar pemain demi keuntungan administratif atau finansial.

Hak Bermain pemain pinjaman

Berbeda dengan beberapa liga Eropa lain, Premier League memperbolehkan pemain pinjaman tampil melawan klub pemiliknya, asalkan kedua klub menyepakati hal tersebut dalam perjanjian. Aturan ini memberi fleksibilitas, namun juga memerlukan transparansi penuh dalam klausul kontrak.

Dalam situasi di mana pemain pinjaman kemudian dipermanenkan oleh klub peminjam di tengah musim, kedua pihak diperbolehkan bernegosiasi agar pemain tersebut tidak bermain melawan klub lamanya hingga akhir musim. Ketentuan ini bersifat opsional dan bergantung pada kesepakatan kedua klub.

Perbedaan dengan Regulasi EFL

Pendekatan berbeda diterapkan di English Football League. Klub-klub EFL diperbolehkan merekrut pemain pinjaman dalam jumlah tidak terbatas. Namun, pada hari pertandingan, hanya maksimal lima pemain pinjaman yang boleh dimasukkan ke dalam skuad.

Selain itu, klub EFL hanya boleh meminjam maksimal empat pemain dari klub yang sama, serta hanya dua pemain pinjaman yang berusia di atas 23 tahun. Aturan ini dirancang untuk mendorong penggunaan pemain muda sekaligus mencegah ketergantungan berlebihan pada pemain senior pinjaman.

FA juga menyediakan mekanisme peminjaman darurat untuk posisi penjaga gawang. Dalam kondisi luar biasa, klub di semua level kompetisi diizinkan merekrut kiper pinjaman kapan saja selama musim berjalan.

Kesimpulan

Batas maksimal pemain pinjaman di Premier League mencerminkan perubahan filosofi dalam mengelola kompetisi modern. Dengan regulasi yang semakin ketat, liga berupaya mengakhiri era penimbunan pemain dan mendorong perencanaan skuad yang lebih bertanggung jawab.

Di tengah kompleksitas kepemilikan multi-klub dan dinamika pasar transfer global, aturan peminjaman menjadi alat penting untuk menjaga keseimbangan dan kredibilitas kompetisi. Premier League menegaskan bahwa peminjaman pemain harus kembali pada fungsi utamanya, yakni pengembangan karier pemain dan kebutuhan teknis tim, bukan sekadar strategi akumulasi aset.

Referensi

BBC Sport – How many players are clubs allowed to loan out?
Premier League Handbook – Player Loan Regulations
The Football Association – Regulations on Temporary Transfers

 
 

Sumber: