Rp757,8 Triliun untuk Pendidikan

Ilustrasi Anggaran Pendidikan dalam RAPBN 2026--
Anggaran pendidikan dalam RAPBN 2026 pecahkan rekor: Rp757,8 Triliun. Ini tertinggi dalam sejarah. Duit itu untuk revitalisasi sekolah. Buat kesejahteraan guru. Plus Beasiswa. Targetnya pemerataan pendidikan dan mencetak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045
PRESIDEN Prabowo Subianto, menetapkan 8 program prioritas nasional untuk tahun 2026. Sektor pendidikan menjadi fokus utama yang mendapatkan porsi anggaran terbesar.
Pemerintah mengalokasikan dana mencapai Rp757,8 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. Ini menjadi angka tertinggi dalam sejarah bangsa ini.
“Pemerintah berkomitmen penuh memenuhi amanat konstitusi dengan mengalokasikan 20% APBN, sekitar Rp757,8 triliun, untuk bidang pendidikan. Ini merupakan komitmen terbesar sepanjang sejarah Republik Indonesia,” tegas Prabowo dalam pidato kenegaraannya di Gedung DPR/MPR, Jakarta, pada 15 Agustus 2025.
Langkah ini dinilai sebagai gebrakan strategis untuk mempercepat peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.
Khususnya menghadapi tantangan global di bidang sains, teknologi, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Anggaran sebesar itu tentu memiliki penjabaran yang jelas dan terperinci. Pemerintah akan mendistribusikan dana tersebut ke dalam beberapa program utama.
“Dana sebesar Rp150,1 triliun dialokasikan khusus untuk peningkatan kualitas fasilitas Pendidikan. Termasuk revitalisasi dan renovasi ribuan sekolah dan kampus di seluruh Indonesia,” papar Prabowo.
Prabowo menekankan pemerintah mengoptimalkan 20 persen dari APBN untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Termasuk mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menguasai sains, teknologi, dan kecerdasan buatan (AI).
“Tidak ada bangsa maju yang tidak menguasai sains dan teknologi. Kita juga harus menguasai artificial intelligence atau kecerdasan buatan. Untuk itu, kami optimalkan 20 persen dari APBN untuk pendidikan- mencetak talenta-talenta hebat,” tegas Prabowo.
Selain untuk infrastruktur, peningkatan kesejahteraan dan kompetensi tenaga pendidik juga menjadi prioritas.
Sebanyak Rp178,7 triliun dialokasikan untuk gaji, tunjangan, dan program penguatan kompetensi bagi guru dan dosen.
Sumber: