Perang Tarif AS-Kanada Memanas, Lapangan Kerja Mulai Tertekan
Ilustrasi Tarif AS Kanada, Ilustrasi: DALLĀ·E 3--
riau.disway.id - Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Kanada tidak lagi sekadar menjadi perselisihan mengenai besaran bea masuk. Perang tarif antara dua negara bertetangga tersebut mulai memberikan tekanan terhadap industri, rantai pasok, harga barang, hingga lapangan pekerjaan.
Amerika Serikat telah mengenakan tarif terhadap sejumlah sektor penting Kanada, termasuk baja, aluminium, kayu, otomotif, dan komponen kendaraan. Tekanan bertambah setelah Washington memberlakukan tarif tambahan sebesar 50 persen terhadap sekitar C$28 miliar atau US$20 miliar barang asal Kanada.
Kanada kemudian memilih membalas. Pemerintah Kanada mengumumkan tarif balasan terhadap barang-barang Amerika Serikat dengan nilai yang kurang lebih setara melalui pendekatan yang disebut "dollar-for-dollar".
Persoalannya, semakin panjang perang tarif berlangsung, semakin besar pula potensi dampaknya terhadap perusahaan dan pekerja di kedua negara.
Di Kanada, ekonom University of Calgary Trevor Tombe memperkirakan hampir 90.000 pekerjaan dapat berada dalam risiko apabila tarif terbaru AS terus dipertahankan.
Sekitar 55.000 Pekerjaan Manufaktur Sudah Hilang
Sebelum memperhitungkan risiko dari tarif terbaru, sektor manufaktur Kanada sebenarnya telah mengalami tekanan cukup besar.
Data Bank of Canada yang dikutip BBC menunjukkan sekitar 55.000 pekerjaan manufaktur hilang antara Januari 2025 hingga Januari 2026.
Angka tersebut perlu dibedakan dari estimasi hampir 90.000 pekerjaan yang berisiko akibat tarif terbaru.
Sebanyak 55.000 merupakan pekerjaan manufaktur yang telah hilang dalam periode tersebut. Sementara itu, angka hampir 90.000 merupakan perkiraan mengenai potensi pekerjaan yang dapat hilang apabila tarif tambahan AS terus diberlakukan.
Trevor Tombe memperkirakan lebih dari 52.000 pekerjaan dapat terdampak secara langsung oleh kebijakan tarif terbaru.
Selain itu, sekitar 35.000 pekerjaan lainnya dapat terkena dampak tidak langsung.
Dengan demikian, jumlah keseluruhannya sedikit melampaui 87.000 pekerjaan atau secara umum disebut mendekati 90.000 pekerjaan.
Efek tidak langsung tersebut penting karena perdagangan internasional tidak hanya melibatkan perusahaan yang memproduksi barang ekspor.
Pabrik membutuhkan bahan baku, transportasi, gudang, layanan keuangan, teknologi, jasa profesional, hingga distributor. Ketika aktivitas produksi berkurang, permintaan terhadap berbagai sektor pendukung tersebut juga berpotensi menurun.
Ontario Menjadi Salah Satu Wilayah Paling Terpukul
Tidak semua provinsi Kanada menghadapi risiko yang sama.
Ontario menjadi salah satu wilayah yang paling terpapar karena struktur ekonominya sangat bergantung pada sektor manufaktur, terutama otomotif dan baja.
Hubungan industri otomotif Kanada dan Amerika Serikat bahkan telah berkembang selama puluhan tahun. Komponen kendaraan dapat berpindah melintasi perbatasan beberapa kali sebelum akhirnya menjadi kendaraan utuh.
Karena itu, tarif terhadap komponen atau kendaraan dapat meningkatkan biaya di berbagai tahap produksi.
Sejumlah pabrik perakitan dan komponen otomotif di Ontario telah mengumumkan pengurangan produksi dan PHK. Provinsi tersebut diperkirakan kehilangan puluhan ribu pekerjaan manufaktur sejak awal 2025.
Quebec juga menghadapi tekanan besar.
Provinsi tersebut merupakan produsen berbagai logam seperti baja, aluminium, dan tembaga. Ekspor logam Quebec dilaporkan turun sekitar 36 persen antara Februari 2025 hingga Februari 2026, sedangkan lapangan kerja di sektor tersebut turun sekitar 3,6 persen.
Royal Bank of Canada menempatkan Ontario dan Quebec sebagai dua provinsi yang paling terpapar tarif sektoral AS.
Tarif tambahan terbaru diperkirakan memperluas tekanan tersebut ke provinsi lain, terutama British Columbia, Quebec, dan Ontario.
Tarif Efektif terhadap Kanada Hampir Dua Kali Lipat
Kanada sebelumnya masih menikmati tingkat tarif AS yang relatif rendah dibandingkan sejumlah mitra dagang utama Washington.
Pada Juni 2026, rata-rata tarif efektif AS terhadap barang Kanada berada di sekitar 2,9 persen.
Setelah kebijakan terbaru diberlakukan, angkanya diperkirakan meningkat menjadi sekitar 5,7 persen.
Dengan kata lain, rata-rata tarif efektif yang dihadapi Kanada hampir dua kali lipat dalam waktu relatif singkat.
Sebagai perbandingan, rata-rata tarif efektif AS terhadap Inggris berada sekitar 6,2 persen, sedangkan China menghadapi tarif jauh lebih tinggi dengan rata-rata sekitar 20,5 persen.
Perubahan tersebut menjadi signifikan karena Amerika Serikat bukan sekadar salah satu mitra perdagangan Kanada.
Lebih dari 70 persen ekspor Kanada selama ini dikirim ke pasar AS.
Kedekatan geografis, perjanjian perdagangan bebas, jaringan transportasi, serta integrasi industri selama puluhan tahun membuat ekonomi kedua negara saling bergantung.
Perang Tarif Mulai Mengubah Arah Ekspor Kanada
Ketergantungan terhadap Amerika Serikat kini mulai dipandang sebagai risiko yang perlu dikurangi.
Pemerintahan Perdana Menteri Mark Carney menargetkan ekspor Kanada ke negara selain AS dapat meningkat dua kali lipat dalam satu dekade mendatang.
Data Bank of Canada menunjukkan tanda-tanda perubahan tersebut sudah mulai terlihat. Perusahaan Kanada meningkatkan aktivitas ekspor ke negara selain Amerika Serikat sejak Donald Trump kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025.
Sebagian perusahaan bahkan mulai secara aktif mencari pelanggan baru di Eropa dan kawasan lainnya.
Langkah tersebut secara ekonomi dikenal sebagai diversifikasi pasar. Prinsipnya sederhana: semakin banyak negara tujuan ekspor, semakin kecil ketergantungan perusahaan terhadap perubahan kebijakan di satu pasar.
Namun, diversifikasi tidak dapat dilakukan secara instan.
Industri manufaktur di Ontario, misalnya, memiliki rantai pasok yang sangat terintegrasi dengan Amerika Serikat. Lokasi pabrik, jalur transportasi, pemasok, hingga spesifikasi produknya telah berkembang berdasarkan perdagangan lintas perbatasan.
Mencari pelanggan baru di Eropa atau Asia tidak otomatis dapat menggantikan volume perdagangan dengan AS.
Kanada Membalas dengan Strategi "Dollar-for-Dollar"
Pemerintah Kanada merespons kebijakan Washington dengan tarif balasan terhadap sekitar C$28 miliar barang Amerika Serikat.
Pendekatan tersebut disebut pemerintah Kanada sebagai pembalasan "dollar-for-dollar" dan strategis.
Sejumlah produk AS menjadi sasaran, termasuk baja, furnitur, kosmetik serta peralatan industri dan pertanian.
Dampaknya terhadap perekonomian Amerika Serikat secara keseluruhan kemungkinan tidak sebesar yang dialami Kanada. Ekonomi AS jauh lebih besar sehingga nilai perdagangan yang terkena tarif Kanada relatif kecil jika dibandingkan dengan keseluruhan aktivitas ekonominya.
Namun, dampaknya dapat terasa lebih kuat pada negara bagian tertentu.
Ohio diperkirakan menjadi salah satu yang paling terpapar. Sekitar C$3,2 miliar atau 12 persen ekspornya diperkirakan terkena tarif Kanada.
Illinois dan Pennsylvania juga termasuk wilayah yang menghadapi paparan cukup besar.
Ekonom Scotiabank Derek Holt menilai pilihan Kanada terlihat "sangat sengaja diarahkan" terhadap sejumlah swing state yang berpotensi memainkan peranan penting dalam pemilu paruh waktu AS.
Dengan demikian, tarif balasan dapat memiliki dimensi ekonomi sekaligus politik.
Mengapa Tarif Bisa Menghilangkan Pekerjaan?
Tarif pada dasarnya merupakan pajak terhadap barang yang diimpor.
Ketika sebuah produk terkena tarif, biaya untuk memasukkan barang tersebut ke negara tujuan meningkat. Importir kemudian harus memilih apakah akan menyerap biaya tambahan, meminta harga lebih rendah dari pemasok, atau meneruskannya kepada konsumen.
Dalam praktiknya, dampak biasanya terbagi di antara beberapa pihak.
Perusahaan yang kehilangan daya saing dapat menerima lebih sedikit pesanan. Produksi kemudian dikurangi dan perusahaan mungkin menunda investasi atau mengurangi tenaga kerja.
Efek tersebut selanjutnya dapat menjalar ke pemasok.
Misalnya, apabila pabrik kendaraan mengurangi produksi, kebutuhan terhadap baja, plastik, elektronik, transportasi, pergudangan, dan jasa lainnya juga dapat turun.
Inilah alasan estimasi kehilangan pekerjaan akibat tarif tidak hanya menghitung pekerja di perusahaan eksportir secara langsung.
Analisis modern mengenai rantai pasok memperhitungkan efek tidak langsung karena satu industri dapat memiliki hubungan ekonomi dengan puluhan atau bahkan ratusan perusahaan lainnya.
Konsumen AS Juga Menghadapi Biaya Tambahan
Perang tarif juga berpotensi memengaruhi masyarakat yang tidak bekerja di sektor perdagangan atau manufaktur.
Tax Foundation memperkirakan rumah tangga Amerika Serikat dapat mengeluarkan rata-rata sekitar US$840 lebih banyak tahun ini akibat berbagai kebijakan tarif pemerintahan Trump terhadap sejumlah negara, termasuk Kanada.
Kenaikan tersebut dapat muncul karena sebagian biaya tarif diteruskan perusahaan kepada konsumen melalui harga barang.
Kanada berusaha mengurangi risiko serupa dengan menerapkan tarif balasan yang lebih terarah.
Namun, perusahaan Kanada tetap dapat menghadapi biaya produksi lebih tinggi karena sebagian produk yang terkena tarif merupakan bahan dan pasokan industri dari Amerika Serikat.
Dalam kondisi tersebut, tarif dapat menghasilkan efek berantai. Biaya impor meningkat, biaya produksi bertambah, harga produk berpotensi naik, permintaan dapat melemah, dan perusahaan akhirnya menyesuaikan jumlah produksinya.
Ekonomi Kanada Belum Jatuh ke Resesi
Meski tekanan terhadap tenaga kerja meningkat, kondisi ekonomi Kanada tidak sepenuhnya negatif.
Produk domestik bruto Kanada tumbuh sekitar 3,3 persen pada kuartal kedua 2026. Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan ekspor dan investasi domestik.
Investasi asing langsung ke Kanada juga mencapai C$96,8 miliar sepanjang 2025, menjadi arus modal masuk tertinggi sejak 2007.
Sejumlah sektor yang tidak terlalu rentan terhadap tarif AS juga masih mencatat pertumbuhan lapangan kerja.
Data tersebut menunjukkan perang tarif belum otomatis menyeret Kanada ke dalam resesi.
Namun, kondisi dapat berubah apabila tarif tinggi berlangsung dalam waktu panjang.
Perusahaan biasanya dapat menghadapi gangguan perdagangan jangka pendek dengan menggunakan persediaan, menyesuaikan margin keuntungan atau menunda keputusan investasi. Jika kebijakan tersebut menjadi permanen, perusahaan memiliki insentif lebih besar untuk mengubah rantai pasok, mengurangi produksi atau memindahkan investasi.
Penutup
Perang tarif AS-Kanada menunjukkan bagaimana kebijakan perdagangan dapat berkembang menjadi persoalan yang jauh lebih luas daripada sekadar pajak terhadap barang impor.
Sekitar 55.000 pekerjaan manufaktur Kanada telah hilang antara Januari 2025 hingga Januari 2026. Kini, estimasi terbaru menunjukkan hampir 90.000 pekerjaan tambahan dapat berada dalam risiko apabila tarif baru AS terus dipertahankan.
Risiko tersebut tidak hanya berasal dari perusahaan yang secara langsung mengekspor barang ke Amerika Serikat. Rantai pasok modern membuat perusahaan transportasi, pergudangan, pemasok bahan baku, hingga berbagai penyedia jasa dapat ikut terkena dampak ketika aktivitas manufaktur dan perdagangan menurun.
Kanada mulai merespons dengan memperluas tujuan ekspor, menarik investasi dan mengurangi ketergantungan terhadap pasar AS. Namun, integrasi ekonomi yang telah dibangun selama puluhan tahun membuat perubahan tersebut membutuhkan waktu.
Bukti ekonomi modern mengenai tarif juga menunjukkan bahwa biaya perang dagang jarang hanya ditanggung oleh negara yang menjadi sasaran. Perusahaan, pekerja dan konsumen di negara yang menerapkan tarif maupun negara yang membalasnya dapat sama-sama menghadapi konsekuensi.
Referensi:
BBC News, The US-Canada Trade War in 5 Charts
Royal Bank of Canada, Next Chapter of U.S.-Canada Trade War: What We Know and Don't About Section 338 Tariffs
Bank of Canada, Monetary Policy Report
Tax Foundation, Trump Tariffs: Tracking the Economic Impact of the Trump Trade War
Canadian Chamber of Commerce, Trade Tracker
Sumber: