MBG Diserang, Adidaya Institute Ingatkan Dampak Besar: Bukan Sekadar Makan Gratis!
Program MBG dinilai sebagai kebijakan ekonomi kerakyatan yang memperkuat gizi, menggerakkan UMKM, dan menjadi jaring pengaman sosial.--
Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Menjadi Instrumen Konstitusi Ekonomi Sekaligus Jaring Pengaman Sosial
RIAU, DISWAY.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kritik terhadap pihak-pihak yang dinilai menyerang program tersebut secara berlebihan. Dalam rapat Kabinet Merah Putih di Istana Negara pada 20 Juli 2026, Prabowo membandingkan kritik terhadap MBG dengan minimnya perhatian terhadap dugaan kebocoran uang negara melalui praktik under-invoicing dan transfer pricing di sektor sumber daya alam.
Pernyataan tersebut kemudian memicu diskusi mengenai posisi MBG dalam arah kebijakan ekonomi nasional. Sejumlah ekonom menilai program tersebut tidak tepat jika hanya dipandang sebagai kebijakan pemberian makanan untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah.
MBG Dinilai Lebih dari Program Pangan
Direktur Eksekutif Adidaya Institute Rahman Toha menilai teguran Presiden Prabowo terhadap para pengkritik MBG merupakan hal yang wajar. Menurutnya, sebagian kritik terhadap program tersebut masih menggunakan sudut pandang teknokratis yang terlalu sempit.
Rahman mengatakan MBG memiliki dampak yang jauh lebih luas karena menghubungkan kebutuhan pangan dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Program tersebut juga dinilai menjadi bentuk nyata distribusi manfaat ekonomi kepada warga.
"Program MBG ini bisa dibilang sebagai salah satu upaya perwujudan sosial ekonomi atas konstitusi nasional kita. Melalui program ini, upaya distribusi kekayaan negara secara langsung dinikmati oleh warga negara sekaligus secara masif menggerakkan urat nadi ekonomi masyarakat," ujar Rahman.
Menurut dia, MBG menciptakan permintaan yang stabil terhadap kebutuhan pangan harian. Kepastian permintaan tersebut kemudian berpotensi menggerakkan sektor pertanian, peternakan, logistik, koperasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah.
Rantai Pasok Pangan Ikut Bergerak
Rahman menjelaskan bahwa program pangan berskala besar dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang saling terhubung. Ketika kebutuhan bahan pangan terus berjalan, para produsen di tingkat bawah memperoleh pasar yang lebih pasti untuk hasil produksi mereka.
Petani dan peternak menjadi bagian dari rantai pasok yang memasok kebutuhan program. Setelah itu, aktivitas distribusi turut melibatkan sektor logistik serta berbagai pelaku usaha yang mendukung operasionalnya.
Karena itu, Rahman memandang MBG sebagai investasi sosial jangka panjang. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga pada peningkatan kualitas generasi penerus serta perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.
Ekonom Ingatkan Risiko Jika MBG Dihentikan
Ekonom Adidaya Institute Bramastyo B Prastowo mengingatkan adanya risiko besar jika keberlangsungan program MBG terganggu. Menurutnya, penghentian program secara tiba-tiba dapat menimbulkan dampak berantai terhadap masyarakat yang sudah terhubung dengan ekosistem tersebut.
Bramastyo menilai penghentian MBG dapat memicu kontraksi ekonomi di tingkat bawah. Dampaknya berpotensi dirasakan oleh petani, peternak, pekerja logistik, hingga berbagai pelaku usaha yang telah bergantung pada rantai pasok program.
Ia juga memperingatkan risiko yang muncul apabila pemerintah menunda pelaksanaan program dalam waktu terlalu lama. Menurutnya, ketidakpastian terhadap operasional dapur dan penyuplai dapat menimbulkan kerugian finansial bagi masyarakat di berbagai daerah.
Belasan Ribu Dapur dan Penyuplai Jadi Bagian Ekosistem
Bramastyo menyebut keberadaan belasan ribu dapur dan penyuplai telah membentuk jaringan ekonomi yang melibatkan banyak pihak. Karena itu, ketidakjelasan status operasional dapat menimbulkan dampak yang lebih luas daripada sekadar gangguan terhadap distribusi makanan.
Ia menilai masyarakat mulai mengandalkan MBG sebagai bagian dari rutinitas keseharian. Dalam konteks tersebut, program ini juga memiliki fungsi sebagai jaring pengaman sosial bagi keluarga.
Sumber: