Siap-Siap! Riau Guyur Modal Jumbo ke BRK Syariah & Jamkrida, PAD Bakal Melejit?
Pemprov Riau suntik modal BRK Syariah & Jamkrida demi genjot PAD--
RIAU, DISWAY.ID - Kabar besar untuk Anda yang memantau ekonomi Bumi Lancang Kuning! Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau baru saja mengetok palu untuk rencana strategis yang bakal mengubah peta kekuatan ekonomi daerah. Melalui suntikan modal segar, Pemprov Riau resmi memfokuskan penambahan penyertaan modal pada dua raksasa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) paling krusial: PT Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah) dan Jamkrida.
Langkah berani ini terungkap dalam pembahasan intensif di Kantor Gubernur Riau pada Jumat (27/3/2026). Pemerintah tidak main-main dalam memperkuat sektor perbankan dan penjaminan kredit. Tujuannya jelas: memacu pertumbuhan ekonomi inklusif dan memastikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melonjak drastis di masa depan.
Jadwal Suntikan Modal: Jamkrida Duluan, BRK Syariah Menyusul!
Pemerintah sudah menyusun timeline yang sangat rapi. Anda harus mencatat ini: penambahan modal untuk Jamkrida akan meluncur pada tahun 2026 ini juga! Langkah cepat ini bertujuan agar akses pembiayaan bagi para pelaku usaha kecil dan menengah segera menguat. Sementara itu, untuk BRK Syariah, pemerintah menjadwalkan penanaman modal pada tahun 2027 mendatang.
Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau, M Job Kurniawan, menegaskan bahwa kebijakan ini menyasar sektor-sektor strategis yang punya dampak langsung ke dompet masyarakat dan pengusaha lokal.
“Fokus kita adalah memperkuat BUMD yang bergerak di sektor perbankan dan penjaminan kredit agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih luas,” ujar M Job Kurniawan saat memberikan keterangan resmi.
Kenapa Harus Sekarang? Ini Alasannya!
Suntikan dana ini bukan sekadar formalitas. Dengan permodalan yang lebih kokoh, Jamkrida diharapkan bisa menjadi pelindung bagi UMKM yang selama ini kesulitan mendapatkan pinjaman karena kendala agunan. Di sisi lain, BRK Syariah akan semakin tangguh dalam menggerakkan roda perbankan syariah di daerah.
M Job Kurniawan menjelaskan bahwa semua langkah ini sudah melalui perhitungan matang, terutama soal kondisi "napas" keuangan daerah.
“Sementara untuk Jamkrida, penambahan penyertaan modal akan kita lakukan pada tahun 2026 ini agar dapat segera memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku usaha,” jelasnya lebih lanjut.
Transparansi Harga Mati: Pastikan Rakyat Merasakan Manfaatnya
Pemerintah menjamin bahwa setiap rupiah yang keluar dari kas daerah untuk BUMD akan diawasi secara ketat. Prosesnya diklaim transparan dan akuntabel sehingga tidak ada celah untuk pemborosan anggaran yang tidak perlu.
“Kami memastikan seluruh proses dilakukan secara terukur, transparan, dan akuntabel agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegas M Job.
Sinergi antara Pemprov Riau dan BUMD menjadi kunci utama. Jika kolaborasi ini berjalan mulus, BRK Syariah dan Jamkrida tidak hanya sekadar menjadi perusahaan plat merah, tapi benar-benar menjadi mesin uang bagi daerah dan pahlawan bagi pengusaha lokal.
Optimisme tinggi kini menyelimuti gedung gubernuran. Langkah ini diprediksi akan memberikan efek domino positif bagi kesejahteraan masyarakat Riau. Bagaimana menurut Anda? Apakah suntikan modal ini sudah tepat sasaran? (*)
Sumber: