Olivier Giroud Hadapi Tantangan Berat di Lille setelah Awal Gemilang

Olivier Giroud Hadapi Tantangan Berat di Lille setelah Awal Gemilang

Olivier Giroud, Image: @oliviergiroud / Instagram--

 

 

riau.disway.id - Kembalinya Olivier Giroud ke LOSC Lille pada awal musim sempat menjadi sorotan utama Ligue 1. Setelah menolak opsi pensiun dini di LA Galaxy, Giroud ingin membuktikan bahwa ia masih mampu bersaing di level tertinggi. Debutnya di Lille terlihat sempurna, dengan tiga gol dalam tiga laga pra-musim dan tiga gol tambahan dalam lima pertandingan pertama resmi. Performa ini mencerminkan kerja kerasnya di musim panas dan mental juara yang dimilikinya sejak lama.

Namun, performa gemilang itu menurun secara drastis. Dalam 25 pertandingan berikutnya, Giroud hanya mampu mencetak empat gol, termasuk dua dari titik penalti. Persaingan dengan pemain seperti Jonathan David membuatnya semakin jarang menjadi starter. Pada periode Desember hingga Januari, ia memulai delapan pertandingan berturut-turut, tetapi kemudian duduk di bangku cadangan dalam tiga dari empat laga terakhir, situasi yang belum pernah ia alami sejak bergabung dengan klub.

Pelatih Bruno Genesio menekankan bahwa faktor kelelahan fisik dan intensitas tinggi musim panas memengaruhi performa Giroud. “Dia harus menemukan kembali energi yang dimiliki di awal musim. Ini alasan mengapa dia kurang sering menjadi starter sekarang. Tapi saya yakin dia masih akan memberikan kontribusi penting sampai akhir musim,” jelas Genesio.

Cedera serius Hamza Igamane membuat tim harus menyesuaikan strategi, termasuk mengandalkan Giroud lebih lama dari yang direncanakan. Rekan setim Nathan Ngoy menambahkan bahwa meski Giroud bermain lebih sedikit, peran kepemimpinannya tetap vital. “Ia seorang pemimpin dan selalu memberikan yang terbaik, baik sebagai starter maupun saat masuk dari bangku cadangan,” kata Ngoy.

Selain tantangan di Ligue 1, Giroud masih memiliki kesempatan untuk menonjol di Liga Europa. Dengan 18 gol dalam 33 pertandingan, pengalaman dan kemampuannya sebagai salah satu pencetak gol tertua kompetisi ini memberi Lille peluang untuk memanfaatkan momentum. Pertandingan melawan Étoile Rouge menjadi ujian untuk membuktikan bahwa ia masih bisa menjadi pemain kunci.

Sorotan publik juga menjadi faktor tambahan tekanan. Kekalahan 1-4 dari Strasbourg pada Januari membuat penonton Pierre-Mauroy mengecam Giroud. Namun, ia membalas kritik dengan mencetak penalti kemenangan 1-0 melawan Fribourg hanya beberapa hari kemudian, memperlihatkan mental tangguh dan determinasi tinggi.

Dengan kontrak yang akan habis pada Juni 2026, masa depan Giroud di Lille masih terbuka. Ia menegaskan pentingnya menikmati setiap momen dan tetap siap untuk memutuskan kapan waktunya berhenti. Kesempatan untuk memperpanjang kontrak akan dibicarakan jika klub dan ia merasa cocok. Masa sulit ini menekankan bahwa bahkan pemain berpengalaman menghadapi naik-turun performa, dan dukungan tim serta pengalaman menghadapi tekanan menjadi kunci untuk bangkit kembali.

Referensi: 

L’Equipe – Après des débuts en fanfare avec le LOSC, Olivier Giroud cherche un second souffle

 
 

Sumber: