Empat Serangan Hiu Dalam Dua Hari, Pantai Sydney Ditutup
Serangan Hiu, Ilustrasi: Franziska_Stier / Pixabay--
riau.disway.id - Dalam periode 48 jam, pantai-pantai di Sydney, Australia, mengalami empat insiden serangan hiu yang memicu kepanikan di kalangan masyarakat dan penutupan sejumlah lokasi wisata pantai. Peristiwa ini dimulai pada 18 Januari ketika seorang anak laki-laki berusia 12 tahun mengalami luka kritis akibat serangan hiu di Sydney Harbour dan meninggal dunia setelah mendapat perawatan di rumah sakit. Kejadian berikutnya terjadi di Dee Why dan Manly, di mana serangan hiu terhadap peselancar dan papan selancar menimbulkan luka serius. Kasus terakhir tercatat sekitar 300 kilometer dari Sydney, menunjukkan penyebaran serangan hiu di wilayah pesisir timur Australia.
Chris Pepin-Neff, seorang peneliti hiu dan profesor kebijakan publik di University of Sydney, menyebut fenomena ini sebagai peristiwa yang "luar biasa" dalam kariernya selama 20 tahun, mengingat jarak dan waktu antar serangan yang sangat dekat. Lonjakan ini memicu kekhawatiran internasional dan permintaan pengetatan keamanan, termasuk seruan untuk melakukan pembunuhan hiu, meskipun para ahli menekankan bahwa tindakan tersebut tidak menyelesaikan masalah dasar.
Faktor Lingkungan dan Perilaku Hiu
Para ahli menjelaskan bahwa serangan hiu biasanya dipicu oleh kondisi lingkungan tertentu atau adanya faktor yang menarik hiu ke perairan dekat pantai. Tiga serangan awal di Sydney diduga melibatkan bull shark, yang dikenal menyukai perairan hangat dan payau, terutama di muara sungai dan estuari. Pada periode serangan, Sydney mengalami hujan lebat, dengan curah hujan 127 milimeter dalam 24 jam, yang menjadi titik hujan tertinggi di bulan Januari dalam 38 tahun terakhir.
Rebecca Olive, peneliti senior di RMIT University, menekankan bahwa kondisi ini menciptakan “sangat ideal” bagi bull shark. Air tawar yang mengalir ke laut membawa nutrien dan limbah yang menarik ikan umpan, yang pada gilirannya menarik hiu ke perairan dangkal. Chris Pepin-Neff menyebut fenomena ini sebagai “badai sempurna”, di mana banyak ikan umpan dan hiu berada di dekat pantai, meningkatkan kemungkinan interaksi dengan manusia.
Tren serangan hiu di Australia
Statistik resmi menunjukkan bahwa insiden serangan hiu di Australia meningkat secara bertahap dalam 30 tahun terakhir, dari rata-rata delapan hingga sepuluh per tahun pada 1990-an menjadi sekitar dua puluhan per tahun pada 2010-an. Namun, kenaikan ini lebih berkaitan dengan pengumpulan data yang lebih baik dan pertumbuhan populasi pesisir serta aktivitas olahraga air, bukan karena hiu menjadi lebih agresif.
Pepin-Neff menambahkan bahwa jumlah total pertemuan hiu meningkat karena lebih banyak orang berada di laut, memakai wetsuit yang lebih tebal, dan lebih sering berselancar atau berenang. Namun, tingkat serangan fatal tetap rendah. Olive menekankan bahwa meskipun hiu lebih terlihat melalui laporan media dan drone, insiden tetap relatif jarang dan kematian sangat jarang terjadi.
Seruan dan Kontroversi Pembunuhan Hiu
Setelah serangkaian serangan, beberapa pihak menyerukan culling atau pembunuhan hiu menggunakan jaring dan drumlines untuk menjaga keselamatan peselancar. Para ahli menolak pendekatan ini, menegaskan bahwa pembunuhan hiu tidak efektif karena faktor utama bukanlah hiu itu sendiri, tetapi adanya daya tarik di perairan. Jika kondisi yang menarik hiu tetap ada, hiu akan terus datang meski populasi hiu lokal dikurangi.
Olive menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap perilaku hiu dan kondisi lingkungan, sementara Pepin-Neff mengingatkan bahwa bahasa yang terlalu emosional, seperti “serangan hiu”, dapat menimbulkan ketakutan berlebihan dan pemahaman risiko yang salah.
Strategi Pencegahan dan Kesadaran
Untuk mengurangi risiko serangan, masyarakat dianjurkan menghindari berenang atau berselancar setelah hujan deras, sementara pemerintah lokal dapat mempertimbangkan pembangunan pengaman hiu di area yang ramai dikunjungi. Lebih luas lagi, Pepin-Neff mengajak masyarakat untuk memandang laut sebagai lingkungan liar yang harus dihormati. Menurutnya, “Lautan tidak selalu aman, dan hiu tidak selalu berbahaya. Kita hanya berada di jalan mereka, bukan di menu mereka.”
Kesadaran dan pendidikan mengenai ekosistem laut, perilaku hiu, dan interaksi manusia-hiu menjadi kunci untuk menjaga keselamatan peselancar dan wisatawan tanpa menimbulkan dampak ekologis yang merugikan.
Kesimpulan
serangan hiu yang meningkat di Sydney lebih disebabkan oleh kombinasi faktor lingkungan, perilaku hiu, dan aktivitas manusia, bukan agresivitas hiu yang meningkat. Pembelajaran dari peristiwa ini menekankan pentingnya pendekatan berbasis sains untuk keselamatan laut, mengedukasi masyarakat, dan menata ulang persepsi terhadap laut dan predatornya. Strategi mitigasi harus berfokus pada pencegahan melalui kesadaran lingkungan dan perilaku manusia, bukan pembunuhan massal hiu yang tidak efektif.
Referensi:
Sumber: