Waktu yang Terbaik untuk Sahur agar Tidak Mudah Lapar dan Haus

Waktu yang Terbaik untuk Sahur agar Tidak Mudah Lapar dan Haus

Sahur, Image: DALLĀ·E 3--

riau.disway.id - Sahur merupakan salah satu momen penting dalam ibadah puasa, karena menjadi sumber energi utama yang membantu tubuh bertahan sepanjang hari. Pemilihan waktu yang tepat saat Sahur ternyata memiliki pengaruh besar terhadap rasa lapar dan haus selama berpuasa. Menurut banyak ahli gizi, konsumsi makanan dan minuman yang seimbang di waktu yang tepat dapat meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi rasa lelah, dan menjaga hidrasi.

Pentingnya Sahur dalam puasa

Sahur bukan sekadar makan sebelum fajar, tetapi juga sebagai persiapan fisik dan mental. Rasulullah SAW menekankan pentingnya Sahur dengan mengatakan, "Bersahurlah kalian, karena pada Sahur itu terdapat berkah" (HR. Bukhari dan Muslim). Secara ilmiah, Sahur membantu tubuh mempertahankan kadar gula darah dan cairan, sehingga metabolisme tetap stabil hingga waktu berbuka.

Waktu Sahur yang Ideal

Ahli kesehatan menyarankan agar Sahur dilakukan sedekat mungkin dengan imsak, yaitu sekitar 30–60 menit sebelum waktu shalat Subuh. Waktu ini memungkinkan tubuh menyerap nutrisi secara optimal dan menjaga rasa kenyang lebih lama. Sahur terlalu pagi, misalnya pukul 2–3 dini hari, cenderung membuat tubuh cepat lapar dan dehidrasi karena waktu antara Sahur dan imsak terlalu lama.

Penelitian dari American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa makan lebih dekat ke waktu bangun tidur dan aktivitas pagi dapat membantu mengurangi rasa lapar, menjaga energi, serta menurunkan keinginan ngemil sebelum berbuka.

Pilihan Makanan dan Minuman untuk Sahur

Agar rasa lapar dan haus tidak cepat muncul, jenis makanan yang dikonsumsi saat Sahur juga penting. Beberapa tips yang direkomendasikan ahli nutrisi antara lain:

  • Konsumsi makanan tinggi serat, seperti oatmeal, sayuran, dan buah-buahan, untuk menjaga kenyang lebih lama.

  • Pilih sumber protein seperti telur, daging ayam, ikan, atau kacang-kacangan yang membantu mempertahankan energi.

  • Hindari makanan terlalu manis atau tinggi garam karena dapat memicu dehidrasi.

  • Minum cukup air putih 2–3 gelas, dan hindari minuman berkafein yang bersifat diuretik.

Kombinasi makanan kaya serat, protein, dan cairan akan memperlambat proses pencernaan, sehingga rasa lapar datang lebih lambat dan tubuh tetap terhidrasi.

Strategi Tambahan Agar Tetap Segar Selama puasa

Selain waktu Sahur dan jenis makanan, beberapa strategi dapat membantu mengurangi rasa lapar dan haus, seperti:

  • Mengatur porsi makan secukupnya, jangan berlebihan karena justru dapat membuat tubuh cepat lelah.

  • Tidur cukup malam sebelum Sahur, karena kurang tidur meningkatkan hormon ghrelin yang memicu rasa lapar.

  • Mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah, seperti nasi merah atau roti gandum, untuk pelepasan energi bertahap.

Dengan memperhatikan strategi ini, tubuh akan lebih mampu menahan lapar dan haus hingga waktu berbuka tiba, serta menjaga fokus dan konsentrasi selama aktivitas sehari-hari.

Kesimpulan

Memilih waktu Sahur yang tepat, mendekati imsak, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang merupakan kunci agar puasa lebih lancar. Ilmu gizi modern mendukung sunnah Sahur dengan mengatur pola makan dan hidrasi yang tepat. Dengan demikian, tubuh tidak hanya kuat menahan lapar dan haus, tetapi juga tetap sehat dan berenergi sepanjang hari. Perencanaan Sahur yang cermat menjadikan puasa lebih berkah dan nyaman secara fisik maupun mental.

Sumber: