Harga TBS Sawit Melejit Nyaris Rp4.000, Petani Riau Sejahtera

Harga TBS Sawit Melejit Nyaris Rp4.000, Petani Riau Sejahtera

Kenaikan harga ini secara resmi diketuk dalam rapat penetapan harga yang digelar oleh Dinas Perkebunan Provinsi Riau pada Selasa (31/3/2026). -Istimewa-

PEKANBARU, DISWAY.ID -- Kabar gembira menyelimuti para petani kelapa sawit di Bumi Lancang Kuning saat memasuki awal April 2026. Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mitra swadaya di Provinsi Riau kembali menunjukkan tren positif dengan kenaikan yang cukup signifikan.

Momentum ini menjadi oase bagi ekonomi kerakyatan di Riau, memperkuat posisi provinsi ini sebagai barometer industri sawit nasional.

Kenaikan harga ini secara resmi diketuk dalam rapat penetapan harga yang digelar oleh Dinas Perkebunan Provinsi Riau pada Selasa (31/3/2026). Rapat yang dipimpin langsung oleh Kabid Pengolahan dan Pemasaran, Dr. Defris Hatmaja bersama tim penetapan harga tersebut memastikan bahwa seluruh perhitungan tetap berpijak pada regulasi terbaru, yakni Permentan Nomor 13 Tahun 2024.

BACA JUGA:Akselerasi Ekonomi Pesisir, Kapolda Riau Salurkan 20 Mesin Ketinting ke Nelayan

Bintang utama dalam kenaikan periode 1–7 April 2026 ini adalah kelompok tanaman umur 9 tahun. Kelompok ini mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar Rp125,13 per kilogram atau melonjak 3,26 persen dibandingkan periode sebelumnya. 

"Dengan angka tersebut, harga TBS umur 9 tahun kini bertengger di level Rp3.967,83 per kilogram, sebuah angka yang hampir menyentuh level psikologis Rp4.000 per kilogram," ujar Defris Selasa (31/3/2026).

Defris Hatmaja menjelaskan fenomena kenaikan harga minggu ini merupakan dampak langsung dari "otot" pasar CPO dan kernel yang sedang menguat. Dinamika pasar global dan domestik memberikan stimulus positif.

"Sehingga harga jual produk turunan sawit ikut terkerek naik, yang kemudian terdistribusi secara proporsional kepada harga di tingkat petani," katanya.

BACA JUGA:Ke Rumah Duka, Kapolda Riau Irjen Herry Sebut Anggota Manggala Agni Pahlawan Lingkungan

Data pasar menunjukkan pergerakan yang sangat agresif; harga rata-rata CPO di KPBN tercatat sebesar Rp15.663,50 per kilogram, sementara kernel berada di angka Rp15.385,00 per kilogram. 

"Jika dibandingkan dengan pekan lalu, harga CPO mengalami kenaikan sebesar Rp463,32, sedangkan kernel mencatatkan lompatan yang lebih tajam hingga Rp641,00 per kilogram," jelasnya.

Di tingkat korporasi, PT INECDA menjadi salah satu representasi penguatan harga ini dengan mencatat kenaikan harga CPO dari Rp15.252,00 menjadi Rp15.731,00. Begitu pula dengan harga kernel di perusahaan tersebut yang merangkak naik dari Rp15.504,00 menjadi Rp16.145,00, memberikan kepastian bagi para petani mitra swadaya yang memasok hasil kebun mereka ke sana.

Defris menegaskan bahwa transparansi dan keadilan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap rapat penetapan. Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Riau serta pengawasan dari Kejaksaan Tinggi Riau, perbaikan tata kelola terus dilakukan agar tidak ada pihak yang dirugikan, baik dari sisi petani maupun perusahaan mitra.

BACA JUGA:Mengenang Muharmizan yang Meninggal Usai Pemadaman Karhutla, Gubernur Riau: Pahlawan!

Sumber: