Mengapa Email dari Orang yang Kita Kenal Bisa Tersesat ke Folder Spam?

Selasa 20-10-2026,17:13 WIB
Reporter : Makruf
Editor : Makruf

Jika menemukan pesan yang benar-benar sah, periksa alamat pengirim dan isi pesannya sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.

Tandai Pesan sebagai Bukan Spam

Layanan email umumnya menyediakan pilihan untuk menandai pesan sebagai bukan spam. Pada Gmail, pengguna dapat membuka pesan di folder Spam lalu memilih opsi untuk melaporkannya sebagai bukan spam.

Tindakan ini membantu mengoreksi klasifikasi pesan dan memberi sinyal kepada sistem mengenai preferensi pengguna. Namun, langkah tersebut tidak menjamin seluruh pesan berikutnya dari pengirim yang sama akan selalu masuk ke kotak masuk utama.

Periksa Daftar Pengirim yang Diblokir

Jika email dari seseorang terus masuk ke folder spam, periksa pengaturan pemblokiran dan aturan penyaringan pada akun email. Pastikan alamat pengirim tidak sengaja dimasukkan ke daftar blokir.

Pengguna juga dapat mempertimbangkan untuk menambahkan alamat yang sudah terverifikasi ke kontak atau daftar pengirim tepercaya jika layanan email mendukung fitur tersebut.

Minta Pengirim Memeriksa Konfigurasi Email

Jika masalah terjadi pada banyak penerima sekaligus, kemungkinan penyebabnya tidak hanya terletak pada pengaturan akun penerima.

Pengirim dapat memeriksa konfigurasi SPF, DKIM, dan DMARC, mengevaluasi reputasi domain, serta memastikan akun dan server tidak digunakan untuk mengirim pesan mencurigakan. Untuk email perusahaan, administrator sistem dapat membantu menganalisis hasil autentikasi dan alasan pesan ditolak atau dikategorikan sebagai spam.

Penutup

Email dari orang yang dikenal dapat masuk ke folder spam karena penyaringan pesan mempertimbangkan lebih banyak faktor daripada sekadar identitas pengirim. Reputasi server, autentikasi domain, isi pesan, laporan spam dari penerima, dan pengaturan akun dapat memengaruhi keputusan sistem.

Teknologi penyaringan modern membantu melindungi pengguna dari spam dan phishing, tetapi tidak selalu mampu membedakan semua pesan dengan sempurna. Karena itu, pengguna perlu memeriksa folder spam secara berkala, memperbaiki pengaturan yang keliru, dan tetap mengevaluasi keamanan pesan berdasarkan isi serta konteksnya.

Pemahaman mengenai mekanisme ini juga menunjukkan bahwa keamanan email tidak hanya bergantung pada penyedia layanan. Pengirim perlu menjaga autentikasi dan reputasi pengiriman, sedangkan penerima perlu menggunakan fitur penyaringan secara tepat. Kombinasi keduanya dapat membantu meningkatkan keandalan komunikasi digital tanpa mengabaikan kewaspadaan terhadap penipuan.

Referensi

  1. Google Workspace Help, Gmail Spam and Authentication.

  2. Google Gmail Help, Email Sender Guidelines.

  3. Microsoft Learn, Anti-Spam Protection FAQ.

  4. Internet Engineering Task Force, Domain-based Message Authentication, Reporting, and Conformance (DMARC).

  5. Internet Engineering Task Force, Sender Policy Framework (SPF) for Authorizing Use of Domains in Email.

Tags :
Kategori :

Terkait