Prinsip keamanan yang dianjurkan dalam pedoman identitas digital NIST adalah menggunakan kredensial yang berbeda untuk setiap layanan agar kebocoran pada satu tempat tidak langsung membuka akses ke akun lainnya.
4. Aktivitas Pribadi dan Pekerjaan Bisa Bercampur
Menggunakan satu alamat untuk semua keperluan juga dapat mengaburkan batas antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Pesan dari rekan kerja, dokumen proyek, pemberitahuan tagihan, dan promosi komersial bisa bercampur dalam satu kotak masuk.
Selain mengganggu pengelolaan pesan, keadaan ini berpotensi menimbulkan kesalahan. Pengguna mungkin mengirim dokumen ke alamat yang keliru, melewatkan pemberitahuan pekerjaan, atau kesulitan menemukan pesan penting ketika dibutuhkan.
Bagi pekerja lepas, pemilik usaha, dan orang yang mengelola banyak komunikasi profesional, pemisahan email berdasarkan fungsi dapat membantu menjaga kerapian sekaligus mengurangi kemungkinan informasi pribadi dan pekerjaan tercampur.
5. Kehilangan Akses Bisa Mengganggu Banyak Aktivitas
Masalah lain muncul ketika pengguna kehilangan akses ke email utama. Penyebabnya bisa berupa lupa kata sandi, kehilangan perangkat autentikasi, perubahan nomor telepon, atau pengambilalihan akun oleh pihak lain.
Jika email tersebut digunakan untuk memulihkan akun lain, pengguna mungkin harus menjalani beberapa proses pemulihan sekaligus. Aktivitas yang membutuhkan verifikasi melalui email juga dapat terganggu selama akses belum kembali.
Inilah alasan mengapa email utama perlu memiliki metode pemulihan yang dapat diandalkan. Pengguna sebaiknya memastikan nomor telepon pemulihan masih aktif, menyimpan kode pemulihan dengan aman, dan memahami prosedur pemulihan yang disediakan oleh penyedia layanan.
Bagaimana Cara Membagi Alamat Email dengan Lebih Aman?
Pengguna tidak harus membuat alamat email baru untuk setiap aplikasi. Pendekatan yang lebih praktis adalah membagi alamat berdasarkan tingkat kepentingan dan jenis aktivitas.
Alamat pertama dapat dikhususkan untuk akun yang sangat penting dan pemulihan akun utama. Alamat kedua digunakan untuk komunikasi pekerjaan atau bisnis. Sementara itu, alamat ketiga dapat digunakan untuk pendaftaran situs belanja, buletin, promosi, dan layanan yang tidak terlalu sensitif.
Pembagian ini membantu mengurangi ketercampuran pesan dan membatasi penyebaran alamat yang digunakan untuk akun penting. Jika suatu alamat mulai menerima banyak pesan mencurigakan, pengguna juga lebih mudah mengidentifikasi kelompok layanan yang mungkin berkaitan dengan masalah tersebut.
Sebagai alternatif, pengguna dapat memanfaatkan fitur alias email apabila tersedia. Alias memungkinkan alamat berbeda digunakan untuk menerima pesan tanpa harus selalu membuat kotak masuk terpisah. Namun, perlindungan ini tetap bergantung pada sistem penyedia layanan dan tidak menghilangkan risiko jika akun utama yang menaunginya berhasil diambil alih.
Langkah Keamanan yang Sebaiknya Diterapkan
Selain memisahkan alamat email, ada beberapa kebiasaan yang penting diterapkan.
Pertama, gunakan kata sandi yang panjang dan berbeda untuk setiap akun. Pengelola kata sandi dapat membantu membuat dan menyimpan kombinasi unik tanpa mengharuskan pengguna menghafal semuanya.
Kedua, aktifkan autentikasi multifaktor pada email utama dan akun penting lainnya. Metode ini menambahkan proses verifikasi selain kata sandi. Jika tersedia, pilih metode yang tahan terhadap phishing, seperti passkey atau kunci keamanan.
Ketiga, periksa perangkat yang terhubung, riwayat aktivitas masuk, dan pengaturan pemulihan secara berkala. Jika ditemukan aktivitas yang tidak dikenali, segera ikuti prosedur pengamanan resmi dari penyedia layanan.
Keempat, jangan membagikan kode verifikasi kepada siapa pun. Petugas layanan resmi tidak seharusnya meminta pengguna menyerahkan kode autentikasi untuk menyelesaikan masalah melalui pesan pribadi atau panggilan yang mencurigakan.