“Kemudian juga harus dilakukan pencicipan dua lapis. Baik oleh SPPG dan juga ketika tiba di sekolah. Jadi kalau tiba di sekolah sudah tidak bagus. Itu seharusnya tidak boleh didistribusikan lagi,” pungkasnya.
Dengan penonaktifan kepala SPPG, penghentian sementara operasional, serta pemeriksaan sampel makanan, kasus MBG di Dumai kini memasuki tahap pendalaman. Hasil laboratorium akan menjadi penentu penting untuk mengungkap penyebab gangguan kesehatan yang dialami para penerima makanan. (*)