MBG Diduga Picu Keracunan di Dumai, Kepala SPPG Dinonaktifkan
Puluhan Siswa di Dumai Diduga Keracunan Usai Santap MBG--
SPPG Pemasok MBG Kena Sanksi
RIAU, DISWAY.ID - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Dumai menghadapi evaluasi setelah puluhan siswa dan seorang guru mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan yang mereka terima di sekolah. Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru langsung mengambil langkah tegas dengan menangguhkan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pemasok makanan tersebut.
Tak hanya menghentikan sementara operasional SPPG Yayasan Mahudun Untuk Negeri, KPPG Pekanbaru juga menonaktifkan kepala SPPG. Langkah tersebut muncul setelah dugaan keracunan terjadi di wilayah Buluh Kasap, Kota Dumai.
Kepala KPPG Pekanbaru Dr Syartiwidya mengatakan pihaknya mengambil keputusan tersebut setelah melakukan pendalaman awal terkait makanan yang diduga memicu keluhan kesehatan para siswa.
“Kami sudah mengambil tindakan tegas berupa mensuspend SPPG dan menonaktifkan kepala SPPG-nya,” kata Syartiwidya, Minggu (16/8/2026).
Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
Insiden tersebut terjadi pada Kamis (13/8/2026) setelah para siswa menerima paket MBG dari SPPG Yayasan Mahudun Untuk Negeri. Polisi menyebut korban berasal dari dua sekolah di wilayah Buluh Kasap.
Kasi Humas Polres Dumai AKP Zaini Waluyo menyebut korban dari SDN 013 mencapai 43 orang, sedangkan dua korban lainnya berasal dari SDN 015. Para korban kemudian mendapat penanganan medis di RSUD dr Suhatman Kota Dumai.
Sebelumnya, informasi awal menyebut 40 siswa dan satu guru SDN 013 Buluh Kasap harus menjalani perawatan setelah diduga mengalami keracunan. Kondisi para korban kini berangsur membaik dan sebagian besar sudah meninggalkan rumah sakit.
Syartiwidya mengatakan hanya satu orang yang masih menjalani perawatan. Sementara korban lainnya sudah diperbolehkan pulang setelah memperoleh penanganan medis.
“Kalau untuk anak-anak yang sebelumnya sempat mendapat perawatan di rumah sakit sudah pulang semua, hanya tinggal satu orang lagi,” jelas Syartiwidya.
Bakso Jadi Dugaan Sumber Masalah
Tim KPPG Pekanbaru masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut. Namun, pemeriksaan awal mengarah pada menu bakso yang tersaji dalam paket MBG.
Syartiwidya mengatakan dugaan sementara mengarah pada cabai yang menjadi bagian dari menu bakso. Meski begitu, pihaknya belum menetapkan penyebab pasti sebelum hasil laboratorium keluar.
“Dugaan sementara itu berasal dari cabai baksonya. Tapi untuk pastinya kami masih menunggu hasil laboratorium,” ucap Syartiwidya.
Petugas juga menemukan indikasi lain saat melakukan pemeriksaan di dapur SPPG. Polisi bersama Dinas Kesehatan Kota Dumai menemukan kondisi dapur yang basah dan belum memiliki pengontrol suhu panas.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kualitas makanan. Selain itu, kondisi dapur juga berpotensi mempercepat pertumbuhan mikroorganisme pada makanan.
Bakso Disebut Mengeluarkan Bau Menyengat
Sumber: