Namun, notifikasi sering terlupakan.
Sebuah pesan pribadi dapat muncul secara otomatis ketika pengguna sedang menggunakan aplikasi lain. Nama pengirim dan sebagian isi pesan bisa terlihat pada layar hanya dalam beberapa detik.
Hal yang sama berlaku untuk email, aplikasi perbankan, marketplace, dan berbagai layanan lainnya.
Karena itu, sebelum menggunakan screen sharing, notifikasi sebaiknya dimatikan terlebih dahulu.
Dokumen Pekerjaan Juga Bisa Ikut Terlihat
Risiko privasi tidak hanya berkaitan dengan kehidupan pribadi.
Bagi pekerja atau pemilik bisnis, layar laptop bisa berisi informasi perusahaan yang jauh lebih sensitif.
Contohnya adalah laporan keuangan, strategi bisnis, daftar pelanggan, kontrak, rancangan produk, data karyawan, dan komunikasi internal.
Jika AI digunakan untuk membantu mengerjakan sesuatu pada komputer kerja, pengguna perlu memastikan bahwa data tersebut memang boleh diproses oleh layanan AI yang digunakan.
Kebijakan perusahaan juga perlu diperhatikan. Data internal perusahaan tidak selalu boleh dikirimkan ke layanan AI eksternal.
AI Bekerja Dengan Data Yang Diberikan Kepadanya
Kesalahpahaman yang cukup umum adalah menganggap AI hanya melihat informasi yang secara sengaja diperintahkan untuk dilihat.
Dalam praktiknya, sistem AI dapat memproses konteks yang diberikan kepadanya. Jika sebuah layar menampilkan banyak informasi sekaligus, batas antara informasi yang diminta dan informasi yang tidak diminta dapat menjadi kabur.
Inilah alasan mengapa prinsip data minimization penting dalam keamanan digital.
Semakin sedikit informasi sensitif yang diberikan, semakin kecil pula dampak jika terjadi masalah dalam pengelolaan data.
Federal Trade Commission di Amerika Serikat juga menekankan pentingnya perusahaan AI memenuhi komitmen mengenai privasi dan kerahasiaan data pengguna.
Risiko Keamanan Tetap Ada
Selain persoalan bagaimana AI menggunakan data, ada pertanyaan lain yang tidak kalah penting.
Ke mana data tersebut dikirim?