Aprilia Temukan Kunci Kebangkitan Marco Bezzecchi Setelah Periode Sulit
Marco Bezzecchi (12), Image: @marcobez72 / Instagram--
riau.disway.id - Marco Bezzecchi mulai menemukan kembali ritmenya dalam persaingan MotoGP 2026. Setelah melewati rangkaian hasil mengecewakan, pembalap Aprilia itu mampu mengamankan dua podium di Silverstone.
Kebangkitan tersebut tidak datang secara kebetulan. Aprilia melakukan evaluasi menyeluruh terhadap masalah yang dialami Bezzecchi dan menyadari bahwa tekanan untuk selalu mengejar kemenangan justru bisa menjadi salah satu penghambat performanya.
Manajer tim Aprilia, Paolo Bonora, mengatakan tim memanfaatkan jeda musim panas untuk melihat kembali perjalanan mereka sepanjang paruh pertama musim. Dari evaluasi tersebut, Aprilia menilai motor mereka tetap memiliki performa kompetitif di berbagai sirkuit.
Masalah terbesar justru terjadi pada Bezzecchi.
Rentetan Hasil Buruk Jadi Alarm Aprilia
Bezzecchi sempat berada dalam posisi yang sangat menjanjikan di klasemen MotoGP sebelum performanya merosot.
Dalam delapan balapan di Balaton, Brno, Assen, dan Sachsenring, Bezzecchi mengalami enam kali gagal mencetak poin. Ia hanya mampu mengumpulkan 13 poin dari total 148 poin yang tersedia dalam rangkaian tersebut.
Situasi itu semakin sulit karena Bezzecchi juga menghadapi insiden, penalti, dan masalah cedera.
Aprilia kemudian mencoba melihat persoalan tersebut dari sudut pandang berbeda. Tim tidak menganggap kecepatan Bezzecchi sebagai masalah utama karena pembalap Italia itu sudah menunjukkan bahwa dirinya mampu bersaing di barisan depan.
Yang perlu diperbaiki adalah cara Bezzecchi mengelola balapan.
Terlalu Cepat Mengejar Hasil Maksimal
Bonora mengungkapkan bahwa Bezzecchi beberapa kali melakukan kesalahan ketika merasa memiliki potensi besar untuk berada di depan.
Ketika mengetahui dirinya memiliki kecepatan dan masih mempunyai margin untuk mengatur ritme, Bezzecchi justru terkadang berusaha mendorong motor lebih keras dari yang diperlukan pada awal balapan.
Dalam situasi seperti MotoGP, keputusan tersebut bisa menjadi bumerang.
Balapan berlangsung panjang dan kondisi ban, fisik, serta konsentrasi pembalap terus berubah. Keunggulan beberapa persepuluh detik dalam satu lap belum tentu sepadan dengan risiko kehilangan seluruh poin karena sebuah kesalahan.
Aprilia kemudian menyampaikan pesan yang cukup sederhana kepada Bezzecchi. Ia tidak harus selalu memenangkan balapan untuk tetap menjadi bagian dari persaingan kejuaraan.
Tidak Lagi Dibebani Harus Menang
Sumber: