Riau Dikepung Asap Meski Hanya Punya 8 Titik Api, Ribuan Hotspot Terdeteksi di Sumsel
Riau dikepung kabut asap tebal meski hanya tercatat 8 titik api. BMKG sebut polusi udara ini merupakan kiriman dari 2.338 hotspot karhutla Sumsel.-Dok. Istimewa-
PEKANBARU, DISWAY.ID -- Sebuah ironi melanda Provinsi Riau. Meski jumlah titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah ini terpantau sangat minim, yakni hanya 8 titik pada update Senin (5/10/2026) pukul 16.00 WIB, namun empat kabupaten dan kota di Riau justru harus pasrah diselimuti kabut asap yang cukup pekat.
Usut punya usut, kabut asap yang mencekik langit Riau ini bukanlah produksi lokal. Kondisi kualitas udara yang memburuk murni merupakan imbas dari kebakaran lahan hebat yang terjadi di provinsi tetangga, di mana asap tebal terbawa angin dan melintasi batas wilayah hingga mengepung Riau.
Berdasarkan pantauan dari data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, fenomena pengiriman asap lintas provinsi tersebut. Minimnya titik api di Riau tidak lantas membebaskan wilayah ini dari kabut asap, karena hembusan angin membawa polusi dari provinsi lain yang saat ini sedang dilanda karhutla dalam skala masif.
BACA JUGA:Tekan Premanisme dan Geng Motor, Tim Raga Polres Dumai Ciptakan Kamtibmas Kondusif
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Alfa Nataris mengatakan total hotspot di seluruh wilayah Pulau Sumatera saat ini menembus angka yang sangat mengkhawatirkan, yakni 2.875 titik.
Provinsi Sumatera Selatan menjadi penyumbang terbesar dengan jumlah titik panas yang membara mencapai 2.338 titik. Sementara itu, 8 titik panas yang ada di Riau sendiri tergolong sangat kecil dan hanya tersebar di lima wilayah.
"Di Riau rinciannya meliputi Kabupaten Pelalawan 2 titik, Kuantan Singingi 2 titik, Indragiri Hulu 2 titik, serta Kabupaten Siak dan Kota Dumai yang masing-masing menyumbang 1 titik api," ujar Alfa.
Meski titik api lokal minim, dampak kiriman asap terhadap jarak pandang (visibility) di Riau tidak bisa dianggap remeh. Di ibu kota provinsi, yakni Pekanbaru, jarak pandang tercatat menurun hingga menyentuh angka 3,5 kilometer dengan kondisi udara yang jelas terlihat berasap.
BACA JUGA:Perkuat Dampak Nyata Bagi Masyarakat, BSI Raih Penghargaan ESG
"Kondisi serupa juga mendera beberapa daerah lainnya. Jarak pandang di Kabupaten Pelalawan terpantau hanya 3 kilometer (berasap), kawasan Tambang di Kabupaten Pelalawan sekitar 4 kilometer, sementara di Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, jarak pandang anjlok hingga 2 kilometer meski sempat diselingi dengan turunnya hujan ringan di wilayah tersebut," ujarnya.
Selain Sumatera Selatan dan Riau, ancaman karhutla terbukti masih mengepung hampir seluruh penjuru Sumatera.
"Hal ini terlihat dari sebaran hotspot di provinsi lain, seperti Bangka Belitung ada 224 titik, Jambi 181 titik, Lampung 113 titik, Sumatera Barat 5 titik, Sumatera Utara 3 titik, Bengkulu 2 titik, dan Aceh 1 titik," jelasnya.
Sumber: